Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jokowi Didampingi Iriana Resmikan Pasar Besar Ngawi

Presiden Jokowi meresmikan Pasar Besar Ngawi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Jumat (17/12) sore.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  17:25 WIB
Jokowi Didampingi Iriana Resmikan Pasar Besar Ngawi
Presiden Jokowi saat meresmikan Pasar Besar Ngawi di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/12 - 2021) / Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur dengan meresmikan Pasar Besar Ngawi di Kabupaten Ngawi, Jumat (17/12) sore.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menyaksikan Pasar Besar Ngawi telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian Pasar Besar, Jumat (17/12/2021).

Untuk diketahui, pasar ini dibangun sebagai sebuah pasar modern berbasis bangunan gedung hijau dengan luas bangunan 15.940 meter persegi, dan memiliki 291 kios, 244 los, dan 20 los kering.

“Kita harapkan pasar ini bisa menjadi pusat aktivitas perdagangan di Kabupaten Ngawi dan juga harus menjadi pengungkit pergerakan ekonomi masyarakat di Ngawi dan sekitarnya untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi setelah pandemi ini,” ujarnya.

Pada peresmian ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pasar
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top