Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiba di Lumajang, Risma Cek Distribusi Bantuan Korban Erupsi Gunung Semeru

Kedatangan Mensos Risma ke lokasi bencana untuk memastikan bahwa bantuan logistik bagi para korban erupsi Gunung Semeru terdistribusi dengan baik.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  17:51 WIB
Mensos Tri Rismaharini (Risma) meninjau Dapur Umum yang didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kantor Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu 5 Desember 2021 / Dok. Kemensos
Mensos Tri Rismaharini (Risma) meninjau Dapur Umum yang didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kantor Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu 5 Desember 2021 / Dok. Kemensos

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tiba di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang pada Minggu (5/12).

Kedatangan Risma ke lokasi bencana untuk memastikan bahwa bantuan logistik bagi para korban erupsi Gunung Semeru terdistribusi dengan baik.

Hal itu diutarakan Risma saat meninjau kesiapan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bencana letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021).

Dia mengatakan, Kementerian Sosial (kemensos) telah bergerak cepat untuk menangani dampak bencana setelah erupsi Gunung Semeru terjadi. 

Adapun dirinya telah berangkat dari Surabaya pukul 23.00 WIB, Risma meluncur ke lokasi bencana, dan tiba di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pukul 04.00 WIB.

Tiba di lokasi, Risma menuju Dapur Umum yang didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kantor Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo. Mensos kemudian bergerak ke lokasi terdampak lainnya, yakni di Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Candipuro, tepatnya di Desa Penanggal.

Dikutip melalui laman Kemensos, Risma disebutkan sempat beberapa kali berhenti di beberapa ruas jalan dan membagikan bantuan makanan. Bahkan, dirinya juga sempat berhenti beberapa kali di tengah hujan deras dan turun dari mobil, mengais batu dan pasir untuk menutupi lobang di jalan.

Selain itu, Risma juga mengingatkan posisi dapur umum yang masuk area rawan. Dia meminta jajaran Kemensos memindahkan ke lokasi aman.

Dia pun mengarahkan, Tagana untuk melakukan pendataan terhadap korban, merelokasi kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak ke lokasi yang lebih aman, mendistribusikan bantuan logistik, dan mendirikan dapur umum.

Bantuan logistik dikirimkan segera setelah bencana terjadi pada Sabtu (4/12) sore, dan telah tiba pada Minggu (5/12) siang. Bantuan dari Kemensos dikirimkan dari Gudang Bekasi, Gudang Rehsos Magelang, dan dari Balai Rehsos wilayah Jawa Tengah.

Dari Gudang Bekasi berupa peralatan makan sebanyak 300 paket, pakaian anak-anak sebanyak 400 paket, peralatan dapur keluarga 200 paket, tenda gulung sebanyak 200 lembar, tenda serbaguna merah putih 20 unit, kasur sebanyak 400 lembar, velbed 20 unit, dan makanan anak 240 paket. 

Dari Gudang Rehsos Magelang berupa makanan anak sebanyak 180 paket, family kit sebanyak 30 paket, dan matras sebanyak 50 lembar.

Melalui Gudang Provinsi Jatim matras disalurkan sebanyak 100 lembar, kids ware sebanyak 100 paket, paket sandang sebanyak 50 paket, makanan anak sebanyak 250 paket, tenda gulung merah 50 lembar, kasur 50 lembar, dan family kit sebanyak 100 paket. 

Dari Balai Rehsos Solo dikirimkan family kit sebanyak 100 paket, pakaian anak-anak sebanyak 80 paket, makanan anak sebanyak 162 paket tenda gulung sebanyak 25 lembar, matras 75 lembar, dan peralatan dapur keluarga 12 dus.

Mengutip penjelasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), per Minggu (5/12), pukul 09.05 pagi, bencana mengakibatkan korban jiwa sebanyak 13 orang, 10 jiwa belum dievakuasi karena lokasi tertutup lumpur, 41 korban luka bakar di Puskes Penanggal. Mereka dirawat di RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara.

Sementara itu, 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang dirawat di Puskes Candipuro, 8 Orang dirawat di Puskes Penanggal, 2 Orang Ibu Hamil di Puskes Penanggal Ds. Sumberwuluh, Kp. Renteng.

Pada Sabtu, (4/12), pukul 14:50 WIB terjadi awan panas guguran Gunung Semeru, Jawa Timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5.160 detik. Pada Pukul 16.40 WIB, Getaran pada seismograf sudah mengecil.

Lokasi terdampak pada Kecamatan Pronojiwo, yakni Desa Pronojiwo, Desa Oro-oro Ombo, Desa Sumberurip, Desa Supiturang, dan Desa Curah Kobokan. Di Kecamatan Candipuro terdapat Desa Sumberwuluh, Desa Kamarkajang, dan Desa Sumbermujur.

Dampak sebaran material abu vulkanik menyebar ke Kecamatan Ampelgading yakni Desa Argoyuwono, di Kecamatan Tirtoyudo meliputi Desa Purwodadi, dan Desa Gadungsari. Di Kecamatan Pagelaran di Desa Clumprit, di Kecamatan Wajak di Desa Bambang, di Kecamatan Kepanjen meliputi Desa Panggungrejo di Desa Mojosari, di kecamatan Dampit di Kelurahan Dampit, di Kecamatan Bantur pada Desa Bantur, dan Desa Rejosari. Lalu pada Kecamatan Turen ada di Desa Talok.

Lokasi pengungsian terdapat di Balai Desa Penanggal sebanyak 250 orang, Balai Desa Sumberwuluh sebanyak 300 orang, Kecamatan Candipuro sebanyak 150 orang, dan di Balai Desa Condro sebanyak 125 orang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mensos erupsi tri rismaharini Gunung Semeru
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top