Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Varian Omicron Sampai di Papua Nugini, Kemenkes: Belum Masuk Indonesia

Varian baru Virus Corona, Omicron belum terpantau masuk ke Indonesia, namun sudah masuk ke Papua Nugini.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  13:23 WIB
Ilustrasi - Varian baru Virus Corona SARS-CoV-2. - Antara
Ilustrasi - Varian baru Virus Corona SARS-CoV-2. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Varian baru Virus Corona, Omicron belum terpantau masuk ke Indonesia, namun sudah masuk ke Papua Nugini.

"Varian Omicron belum masuk ke Indonesia," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penanganan Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi ketika dihubungi, Rabu (1/12/2021).

Sejauh ini, varian Omicron sudah terlacak menyebar di sejumlah negara, beberapa di antaranya meliputi Botswana, Australia, Austria, Belgia, Kanada, Republik, Ceko, Denmark, Prancis, Jerman, Hong Kong, Israel.

Kemudian, Italia, Jepang, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Inggris Raya, dan Papua Nugini.

Kasus paling banyak terjadi di Afrika Selatan sebanyak 77 kasus, Bostwana 19 kasus, Inggris Raya 14 kasus, Belanda 14 kasus, dan Portugal 13 kasus.

Menanggapi varian baru tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan sebelumnya mengimbau masyarakat Indonesia tidak perlu panik dalam menyikapi penyebaran varian Omicron.

Luhut mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan seperti bulan Juli lalu tidak terjadi kembali.

"Kita hanya perlu waspada dan berjaga-jaga dengan kembali mengetatkan penerapan protokol kesehatan yang sudah mulai terlihat abai ini,” kata Luhut dalam keterangan pers, Selasa (30/11/2021).

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, dia mengatakan pemerintah telah mengambil langkah-langkah kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya dan akan terus mengevaluasi kebijakan setiap saat untuk meminimalisasi dampak dari masuknya varian baru ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top