Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belarusia Khawatir Krisis Perbatasan dengan Polandia Berubah Jadi Perang

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa dia tidak ingin situasi memburuk setelah berminggu-minggu ketegangan di perbatasan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 November 2021  |  10:11 WIB
Ilustrasi-Para pengungsi masuk ke Eropa - Reuters
Ilustrasi-Para pengungsi masuk ke Eropa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan Belarusia tidak mencari konfrontasi dengan Polandia tetapi ingin kekuatan Eropa turut menyelesaikan krisis migrasi di sepanjang perbatasan karena khawatir jika kondisi memburuk maka perang tidak dapat dihindari.

Kantor berita negara Belarusia, BELTA, sebagaimana mengutip Lukashenko mengatakan bahwa dia tidak ingin situasi memburuk setelah berminggu-minggu ketegangan di perbatasan. Pasalnya, pasukan keamanan Polandia telah memblokir migran dan pengungsi yang berniat menyeberang ke Uni Eropa untuk memasuki blok tersebut.

“Kami harus melewati Polandia, ke setiap Polandia, dan menunjukkan kepada mereka bahwa kita bukan orang barbar, bahwa kita tidak menginginkan konfrontasi. Kami tidak membutuhkannya, karena kami memahami bahwa jika kami melangkah terlalu jauh, perang tidak dapat dihindari,” kata Lukashenko seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (23/11/2021).

Dia mengatakan perang akan menjadi bencana dan pihaknya memahami hal tersebut dengan sangat baik. "Kami tidak ingin ada gejolak apa pun," imbuhnya.

Polandia dan sekutu Baratnya menuduh Minsk mengobarkan krisis migrasi. Mereka mengatakan pemerintah negara itu telah menarik ribuan orang, terutama dari Timur Tengah dan kemudian menyalurkan mereka ke UE melalui Polandia, Lithuania dan Latvia.

Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas sanksi yang dikenakan pada pemerintah Lukashenko oleh blok tersebut karena ada dugaan pelanggaran hak asasi manusia menyusul sengketa pemilu pada Agustus 2020 yang memberinya masa jabatan keenam.

Pria berusia 67 tahun itu membantah tuduhan tersebut dan mengatakan pemerintahnya tidak dapat membantu menyelesaikan situasi kecuali hukuman UE dicabut.

Pekan lalu, Lukashenko mengajukan rencana untuk mengakhiri krisis dan negara anggota Uni Eropa Jerman akan menerima 2.000 migran dan pengungsi yang sekarang berada di Belarusia, sedangkan 5.000 lainnya akan dikirim kembali ke negara asal mereka.

Akan tetapi proposal itu telah ditolak mentah-mentah oleh Berlin dan Komisi Eropa.

“Gagasan untuk memiliki koridor kemanusiaan ke Jerman untuk 2.000 migran bukanlah solusi yang dapat diterima oleh Jerman atau UE,” kata juru bicara pemerintah Jerman Senin lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polandia belarusia
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top