Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ambang Batas Parleman, Wakil Ketua DPR: Tidak Ada Revisi UU Pemilu  

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyebut, bahwa parpol sepakat tidak ada perubahan UU Pemilu terkait ambang batas parlemen.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 04 November 2021  |  14:02 WIB
Ambang Batas Parleman, Wakil Ketua DPR: Tidak Ada Revisi UU Pemilu  
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu terkini mulai dari RUU Minuman Beralkohol, Habib Rizieq, dan soal Calon Presiden 2024 di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11/2020). - Antara\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengakui, bahwa saat ini ada dinamika terkait kenaikan dan penurunan ambang batas parlemen, tapi semua parpol sudah sepakat tidak ada revisi UU Pemilu untuk membahas hal tersebut.

"Dinamina untuk naik dan turun itu memang ada ya, tetapi kita sudah sepakat untuk tidak ada revisi UU Pemilu," tutur Dasco, Kamis (4/11/2021).

Dijelaskan, di internal Partai Gerindra saat ini belum membahas ambang batas parlemen. Namun, Partai Gerindra siap jika ambang batas naik ataupun turun.

"Kalau kami ikut saja ya. Kalau turun ya kita turun, kalau ikut yang sekarang ya tidak apa-apa," kata Dasco.

Sebelumnya, PKS dan Partai Demokrat merespons usulan PDI-Perjuangan untuk menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen.

Partai Demokrat tidak sepakat jika ambang batas naik dari 4 persen menjadi 5 persen karena angka 4 persen dinilai masih relevan.

Sementara itu, PKS sepakat menaikkan ambang batas parlemen menjadi 5 persen, sehingga UU Pemilu perlu segera direvisi untuk membahas hal tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr uu pemilu parliamentary threshold
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top