Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahasiswa UNS Tewas saat Diklat, Polisi Sebut Ada Tanda Kekerasan

Gilang Endi meninggal usai mengikuti kegiatan Diklat Resimen Mahasiswa Kampus di kampusnya, Universitas Sebelas Maret (UNS).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  18:32 WIB
Universitas Sebelas Maret (UNS) - uns.ac.id
Universitas Sebelas Maret (UNS) - uns.ac.id

Bisnis.com, SOLO - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Iqbal Alqudusy mengatakan ada tanda kekerasan pada jasad mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang meninggal saat mengikuti diklatsar Menwa.

Iqbal mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban.

Pihaknya pun mengatakan, kini penyelidik masih menunggu hasil autopsi lengkap dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polri.

"Hasil lengkapnya nanti saya sampaikan kalau sudah turun dari Dokkes," ujar Iqbal.

Bersamaan dengan itu, hingga kini polisi sendiri belum menetapkan tersangka kejadian yang mengakibatkan satu korban itu.

"Belum [ada tersangka]. Masih terus maraton berupaya ungkap kasus tersebut," ucapnya.

Sementara itu, UNS sendiri mengakui bahwa mahasiswanya bernama Gilang Endi meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar resimen mahasiswa di Sungai Bengawan Solo, kawasan Jurug pada Minggu (24/10/2021).

Akan tetapi, Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, mengatakan pihak kampus belum mengetahui penyebab meninggalnya mahasiswa Sekolah Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) angkatan 2020 itu.

"Untuk penyebabnya kami belum tahu semua, makanya biar ketemu jawabannya dan pihak keluarga bisa menerima, keluarga sudah sepakat mengizinkan otopsi, ini bisa lebih menjelaskan kenapa," kata Sutanto.

Ia mengatakan saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan panitia.

"Kami tidak masuk ke situ, jadi tunggu saja hasil otopsinya. Kalau kronologi awal yang saya ikut dengar adalah baik dari pihak komandan batalyon, komandan menwa, dan komandan provost mengatakan bahwa memang yang bersangkutan tidak ada gejala kesehatan khusus, hanya kakinya kram sehingga ada yang mendampingi secara khusus," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, kegiatan yang dimulai pada Sabtu (23/10/2021) dan seharusnya selesai pada Minggu itu untuk sementara ini dihentikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan uns

Sumber : Tempo

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top