Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah 22 Tahun di NU, Saatnya KH Said Aqil Diganti Generasi Muda

KH Said Aqil Siroj sudah 22 tahun menjalankan operasional Nahdlatul Ulama sehingga perlu regenerasi dengan tokoh yang lebih muda.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  05:16 WIB
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, usai menemui Presiden Joko Widodo, Kamis (9/5/2019). - Antara
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, usai menemui Presiden Joko Widodo, Kamis (9/5/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kader Muda Nahdlatul Ulama Rahmat Puyungan menyarankan agar posisi Ketua Umum PBNU diisi oleh generasi muda.

Pasalnya, menurut Tokoh GP Ansor tersebut, KH Said Aqil Siroj sudah 22 tahun menjalankan operasional Nahdlatul Ulama sebagai Tanfidziyah di PBNU.

Dia menyebutkan waktu 22 tahun bukanlah waktu yang sebentar, sehingga dibutuhkan proses regenerasi agar organisasi berjalan dengan baik.

"Kini sudah saatnya memberikan kesempatan generasi muda untuk berkontribusi juga," tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Jumat (22/10/2021).

Komisaris PT Kimia Farma tersebut juga sempat menyinggung badan otonom PBNU, seperti GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan PMII, di mana ada batas maksimal seorang kader memimpin yaitu hanya dua periode.

Begitupun PBNU, menurut Rahmat, NU merupakan lembaga kaderisasi, sehingga perlu wajah baru dan ide-ide baru agar organisasi NU bisa menghadapi tantangan zaman.

"Nanti orang luar akan menilai, ini organisasi ada kadernya apa tidak, jika tidak ada regenerasi, ini orang menghidupkan organisasi atau cari hidup di organisasi," katanya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbnu nahdlatul ulama said aqil siroj
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top