Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yunani Beli Delapan Kapal Perang Prancis dan Sepakati Kemitraan Strategis

Macron menekankan, bahwa kesepakatan Yunani membeli kapal perang memperkuat visi Prancis tentang otonomi strategis Eropa.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 September 2021  |  09:51 WIB
Yunani Beli Delapan Kapal Perang Prancis dan Sepakati Kemitraan Strategis
Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum di sela-sela pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, Jumat (11/12/2020). - Bloomberg/Thierry Monasse

Bisnis.com, JAKARTA - Yunani mengumumkan kesepakatan untuk membeli enam hingga delapan kapal perang buatan Prancis disertai penandatanganan kemitraan pertahanan strategis sebagai langkah pertama menuju otonomi pertahanan Eropa.

Berdiri di samping Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatakan kemarin: “Kami memiliki visi yang sama tentang kemampuan respons otonom terhadap tantangan yang dihadapi Eropa.”

Kesepakatan pembelian senjata senilai US$5 miliar itu akan membuat Athena memiliki tiga fregat Belharra yang canggih dan tiga korvet Gowind dengan opsi untuk masing-masing satu kapal lagi.

Menurut laporan media lokal, kapal akan dikirim pada tahun 2026 dan fregat pertama tiba pada awal tahun 2024 sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Rabu (29/9/2021).

Grup Angkatan Laut Prancis dan kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin terlibat persaingan sengit untuk kontrak pengadaan senjata itu sejak Mitsotakis mengumumkan Yunani akan membeli fregat baru pada September 2019.

Untuk Macron, kesepakatan itu adalah kemenangan yang sangat dibutuhkan setelah Australia mengingkari kesepakatan senilai US$66 miliar untuk membeli kapal selam diesel Prancis awal bulan ini.

Australia mengumumkan niatnya untuk membangun kapal selam nuklir yang menggunakan teknologi yang dipasok AS dan menjalin kerja sama pertahanan trilateral (Aukus) bersama Inggris.

Macron menekankan, bahwa kesepakatan Yunani memperkuat visinya tentang otonomi strategis Eropa.

"Kami memiliki komitmen untuk kebebasan Eropa," katanya.

Dia menyebut hal itu sebagai bagian dari perjuangan bersama yang telah lakukan di Eropa berupa kemerdekaan teknologi dan pertahanan Eropa selain kesiapan tempur.

Kedua pemimpin menyebut Sahel, Timur Tengah, Mediterania dan Balkan sebagai wilayah kepentingan Eropa, bisa menjadi lokasi aksi militer bersama dapat dilakukan.

Yunani dan Prancis semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir dengan latar belakang hubungan mereka yang memburuk dengan Turki.

Tahun lalu, Yunani dan Turki berada di ambang perang ketika Ankara mengirim kapal survei untuk mencari minyak dan gas bawah laut yang dianggap Yunani sebagai yurisdiksi maritimnya.

Prancis mengirim pasukan angkatan laut untuk membantu armada tua Yunani yang terdiri dari 11 fregat berpatroli di zona maritimnya dan kedua negara sejak itu mengadakan latihan udara dan laut bersama di Laut Aegea dan Mediterania Timur.

Tahun lalu, Yunani mengumumkan pembelian 18 jet tempur Rafale Prancis generasi keempat seharga US$2,5 miliar. Mitsotakis menaikkan jumlah jet menjadi 24 bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis kapal perang yunani
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top