Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Minta Vaksinasi Pekerja Industri dan Konstruksi Dipercepat

Selain menerima dosis vaksin, Ma'ruf meminta masyarakat membantu melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Bedah Buku Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, secara daring dari Jakarta, Senin (7/6/2021)./Antara/Asdep KIP Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Bedah Buku Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, secara daring dari Jakarta, Senin (7/6/2021)./Antara/Asdep KIP Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong adanya upaya percepatan vaksinasi terhadap pekerja sektor industri dan konstruksi.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden di sela-sela kunjungan kerjanya ke Sentra Vaksinasi Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Bandung, Rabu (29/9/2021).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersedia mengalokasikan waktu dan tempat untuk penyelenggaraan sentra vaksinasi sebagai salah satu upaya percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya bagi para pekerja di tempat industri dan konstruksi yang semoga bisa menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat,” imbuh Ma'ruf, dikutip dari siaran pers Sekretariat Kabinet, Rabu (29/9/2021).

Meski tren penularan kasus Covid-19 konsisten menurun dalam beberapa pekan terakhir, Ma'ruf menilai bahwa vaksinasi tetap penting untuk dipercepat. 

Belajar dari tren sebelumnya, lonjakan kasus Covid-19 berpotensi terjadi sewaktu-waktu tanpa adanya vaksinasi yang masif. Apalagi, sebentar lagi akan ada momen periode libur natal dan tahun baru.

“Saya minta peran aktif semua pihak untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjadi role model perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.”

Sentra Vaksinasi Wantannas yang dikunjungi Ma'ruf sendiri menetapkan sasaran 10.409 orang, dengan target penyuntikan 1.300 dosis per hari.

Peserta vaksinasi terdiri dari kalangan pekerja industri, pekerja konstruksi Masjid Al-Jabbar Bandung, pelajar dengan usia 12–17 tahun beserta keluarganya, serta masyarakat sekitar.

Jenis vaksin yang dialokasikan adalah Sinovac dan Sinopharm, dengan jumlah tenaga kesehatan penyuntik vaksin 59 orang. Tenaga kesehatan berasal dari unsur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Perawat di Jawa Barat, serta anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat.

Selain tenaga kesehatan, sentra vaksinasi juga didukung oleh 47 relawan pramuka dan organisasi kemasyarakatan, serta 16 panitia dari unsur Wantannas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper