Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bogor Siapkan Rp37 miliar untuk Perbaiki 22 Sekolah Rusak

Untuk perbaikan SD Negeri Otista yang berdiri sejak 1967, Dinas Pendidikan menggunakan anggaran biaya tidak terduga.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 September 2021  |  19:00 WIB
Pemkot Bogor Siapkan Rp37 miliar untuk Perbaiki 22 Sekolah Rusak
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, Jumat (17/9/2021) saat meninjau bangunan atap kelas SD Negeri Otista yang ambruk pada Kamis (16/9/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR – Sebanyak 22 bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor mengalami rusak ringan hingga berat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, Sabtu (18/9/2021) menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menganggarkan Rp37 miliar pada tahun 2022 untuk perbaikan sekolah yang rusak itu.

Menurut Hanafi, Pemkot Bogor tengah mematangkan data sekolah-sekolah yang perlu perbaikan pada tahun anggaran 2022.

Anggaran sebesar Rp37 miliar itu akan dibagi untuk keperluan perbaikan konstruksi bangunan maupun kelengkapan peralatan mebel, seperti bangku, meja dan lemari.

Sebelumnya, bangunan atap kelas SD Negeri Otista di Jalan Otista 78 Kota Bogor, Kamis (16/9/2021) siang ambruk.

Untuk perbaikan SD Negeri Otista yang berdiri sejak 1967, Dinas Pendidikan menggunakan anggaran biaya tidak terduga (BTT) BPBD Kota Bogor 2021.

Pemkot Bogor akan mengonsentrasikan anggaran tersebut untuk perbaikan jenjang sekolah jenjang SD terlebih dahulu yang lebih banyak rentan ambruk dan berisiko lebih tinggi karena siswa masih anak-anak.

Sementara, bangunan maupun mebel SMP belum menjadi prioritas, sedangkan untuk SMA/SMK atau yang sederajat merupakan kewenangan Provinsi Jawa Barat.

Di Kota Bogor terdapat 1.390 sekolah jenjang SD hingga SMA/SMK atau yang sederajat, terdiri atas SD Negeri berjumlah 212, SD Swasta berjumlah 130, sehingga total ada 342 SD.

Sementara itu, kata Hanafi, untuk perbaikan ambruknya atap SDN Otista yang bersifat darurat, sesuai instruksi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto segera dilakukan melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).

Besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk tiap-tiap sekolah dari 22 SD yang perlu perbaikan pada tahun 2022, hingga kini masih didata dan dihitung oleh pihak BPBD sebelum dilaporkan kepada DPRD Kota Bogor dan Wali Kota Bogor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah sekolah rusak kota bogor

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top