Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sikap KPI atas Kasus Perundungan MS: Tak Ada Intervensi atau Tekanan Terhadap Korban

KPI menegaskan bahwa tak ada tekanan dan intervensi yang diberikan terhadap penyelesaian kasus perundungan MS.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 13 September 2021  |  16:51 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia
Komisi Penyiaran Indonesia

Bisnis.com, SOLO - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan pihaknya tak mendukung aksi terduga pelaku pelecehan dan bullying di lingkungan kerjanya.

Melalui akun Instagram resminya, KPI mengaku pihaknya sudah melakukan tindakan penyelesaian perundungan yang menimpa MS.

KPI telah mendampingi terduga korban, MS, untuk melaporkan kejadian perundungan ke Polres Metro Jakarta Pusar pada 1 September.

Mereka pun mendukung penuh proses hukum yang kini sudah masuk ke dalam tahap penyelidikan.

"KPI mendukung penuh proses hukum kasus MS yang telah dilaporkan di Kepolisian," tulis @kpipusat pada Senin (13/9).

Sebagai bentuk keseriusan dalam penangani perundungan, KPI telah membebastugaskan para terduga pelaku.

Pemberhentian kerja itu dilakukan agar para pelaku bisa menjalani proses hukum secara penuh.

Pihaknya kemudian menegaskan bahwa tak ada tekanan yang diberikan oleh KPI terhadap korban.

"KPI menegaskan, tidak ada tekanan, intervensi atau upaya apapun oleh KPI dalam penyelesaian kasus ini selain diselesaikan melalui jalur hukum,"

Kemudian semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian kasus ini diminta agar menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

KPI juga meminta agar tak ada opini serta pengambilan kesimpulan atas hasil penyelidikan yang sedang berlangsung demi menjaga suasana psikologis korban.

Sebelumnya, KPI mengaku sudah melakukan pendampingan korban perundungan berinisial MS sebagai upaya pemulihan psikologis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpi Bullying
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top