Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilpres 2024, Demokrat: Terlalu Dini Bahas Koalisi Parpol dan Calon Presiden

Ada aspirasi dari kader maupun akar rumput yang meminta agar ada perwakilan Demokrat bisa ikut Pilpres 2024.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 September 2021  |  15:07 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 22 April 2021 / Dok. Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis, 22 April 2021 / Dok. Demokrat

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, bahwa partainya masih fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Pemilihan presiden dan membentuk koalisi masih cukup lama karena kontestasi berlangsung pada 2024.

Berkaca pada 10 tahun yang lalu atau 3 tahun sebelum Pilpres 2014, saat itu Presiden Joko Widodo masih menjadi Wali Kota Solo. Setahun kemudian, dia ikut pemilihan gubernur DKI Jakarta dan menjadi orang nomor 1 di Ibu Kota.

“Ternyata dua tahun kemudian Pak Jokowi menjadi presiden mengalahkan orang yang membawa beliau ke Jakarta pada 2012. Jadi, terlalu dini [membicarakan pilpres dan koalisi sekarang],” katanya.

Herzaky menjelaskan, bahwa atas dasar itu Demokrat memilih menjadi koalisi rakyat. Partai yang dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini tengah berjibaku membantu warga di tengah pandemi.

Saat ini, Herzaky mengakui ada aspirasi dari kader maupun akar rumput yang meminta agar ada perwakilan Demokrat bisa ikut  kontestasi pilpres. Akan tetapi, arahan AHY untuk sekarang sangat jelas. Pertama, fokus pada pandemi karena masih terlalu dini.

Lalu, pilpres biar rakyat yang menjawabnya. Tokoh hingga partai mana yang serius mendukung masyarakat.

Terakhir, pilpres berbicara mengenai momentum dan tiket. Apabila waktunya pas tapi tidak punya tiket untuk ikut kontestasi, bagi Herzaky percuma.

“Elektabiltias AHY tinggi, oke. Bagi kami, kami sangat bersyukur tapi jadi cambuk juga buat kami,” ujarnya.

Sementara itu, Survei & Polling Indonesia (SPIN) melakukan pemetaan terhadap potensi Pilpres 2024 mendatang. Dari hasil sigi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menempati peringkat tertinggi.

Prabowo memperoleh elektabilitas sebesar 21,9 persen, disusul berturut-turut oleh Anies Baswedan 16,1 persen, Ganjar Pranowo 15,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8,7 persen.

Meski demikian, elektabilitas yang diperoleh para kandidat saat survei dilaksanakan masih sangat mungkin berubah.

Ada 70 persen publik yang masih membutuhkan informasi-informasi tambahan yang dijadikan sumber rujukan dalam menetapkan pilihannya.

Survei SPIN dilakukan pada 7 sampai 21 Agustus dengan 1670 responden berusia minimal 17 tahun yang tersebar di 34 provinsi. Sigi menggunakan metode multi-stage random. Tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat Pilpres 2024 Pemilu 2024
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top