Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuba Jadi Negara Pertama Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk Balita

Pemerintah Kuba mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk balita dan anak yang berusia 2-11 tahun di provinsi pusat Cienfuegos.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 September 2021  |  14:42 WIB
Ilustrasi balita divaksin.  - UNICEF
Ilustrasi balita divaksin. - UNICEF

Bisnis.com, JAKARTA – Kuba menjadi negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 2 tahun ke atas atau balita. Pemerintah Kuba menggunakan vaksin hasil karya negara sendiri yang masih dalam tahap persetujuan WHO pada Senin (07/09/2021).

Negara Kuba, yang terkenal dengan julukan Pulau Komunis tersebut, memiliki penduduk sebanyak 11,2 juta jiwa. Alasan pemerintah Kub menyuntikkan vaksin Covid-19 sebelum membuka sekolah, dimana sebelumnya sekolah ditutup sejak Maret 2020.

Tahun ajaran baru yang mulai pada Senin (6/9/2021) berlangsung secara daring atau online melalui program televisi karena masih banyak warga kuba yang tidak memiliki akses internet.

Dilansir dari South China Morning Post, Kuba mulai mendistribusikan vaksin untuk anak usia 2-11 tahun di provinsi pusat Cienfuegos. Beberapa negara di dunia telah melakukan vaksin untuk anak 12 tahun ke atas. Namun, sebagian ototitas negara masih dalam tahap percobaan untuk anak di bawah 12 tahun.

"Arab, China, dan Venezuela telah mengumumkan rencananya untuk melakukan vaksinasi untuk anak anak, namun kuba menjadi negara pertama yang menerapkannya," tulis SCMP.com seperti dikutip, Selasa (7/9/2021).

Chili telah memastikan penggunaan vaksin jenis Sinovac dari China untuk anak anak usia 6-12 tahun. Lebih lanjut, beberapa negara di Amerika Latin hanya menyetujui vaksin Pfizer untuk anak usia 12 tahun.

Vaksin Kuba yang dikembangkan di Amerika Latin tidak didistribusikan secara internasional.

Vaksin ini dibuat menggunakan teknologi protein rekombinan. Teknologi ini juga digunakan untuk pembuatan vaksin Novovax di Amerika dan Sanofi di Prancis. Kedua vaksin tersebut juga masih menunggu persetujuan WHO

Tidak seperti vaksin lain yang telah digunakan, vaksin rekombinan tidak memerlukan penyimpanan pada suhu ekstrim.

Sekolah-sekolah di Kuba tutup sejak Maret 2020 saat Covid-19 mulai menyebar luas. Pada akhir 2020, sekolah mulai masuk namun terpaksa ditutup kembali karena terjadi kenaikan pasien Covid-19.

Pemerintah Kuba telah mengumumkan bahwa sekolah-sekolah akan mulai dibuka pada Oktober-November 2021 dengan syarat semua anak sudah harus mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Badan PBB Unicef telah menyerukan sekolah-sekolah di seluruh dunia untuk dibuka kembali sesegera mungkin, karena biaya penutupan jangka panjang terlalu tinggi dan sulit untuk dibenarkan.

Kuba telah mengalami ledakan infeksi virus corona dalam beberapa bulan terakhir, hal ini memberikan tekanan pada sistem kesehatan di negara tersebut.

Dari 5.700 kematian akibat virus Corona yang tercatat sejak wabah dimulai, hampir setengahnya terjadi pada bulan lalu saja. Hal itu seperti halnya hampir sepertiga dari semua kasus yang dilaporkan di negara tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuba vaksinasi Anak Balita Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top