Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Kembali Perketat Syarat Perjalanan Luar Negeri, Simak Aturannya

Bagi setiap individu yang tiba dari negara-negara dengan risiko tinggi harus memperlihatkan bukti tes PCR yang diambil dalam 48 jam sebelum keberangkatan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 September 2021  |  09:59 WIB
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion -  Bloomberg
Warga Singapura bersepeda di dekat patung Marlion - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura kembali memperketat syarat perjalanan luar negeri dengan memperpendek jangka waktu tes Covid-19 dari 72 jam menjadi 48 jam sebelum keberangkatan guna menangkal importasi virus.

Dilansir Bloomberg pada Senin (6/9/2021), kebijakan ini akan efektif berlaku pada 9 September pukul 23.59. Bagi setiap individu yang tiba dari negara-negara dengan risiko tinggi harus memperlihatkan bukti tes PCR yang diambil dalam 48 jam sebelum keberangkatan, kata Kementerian Kesehatan pada Minggu.

Kebijakan yang baru berlaku pada tiga negara dengan risiko tertinggi. Bulan lalu, Singapura mengelompokkan negara dan kawasan dalamm empat kategori risiko di mana kategori I adalah yang paling aman. Langkah-langkah perbatasan yang berbeda berlaku untuk setiap klasifikasi.

Saat ini, Singapura tengah menghadapi kenaikan kasus yang membuat pemerintah menunda pelonggaran. Pemerintah Singapura telah menetapkan sejumlah perubahan, seperti Korea Selatan akan masuk pada kategori II dan diikuti oleh Australia, Selandia Baru, Kanada, Brunei dan Jerman.

Sementara itu, Austria, Belgia, Kroasia, Denmark, Mesir, Finlandia, Italia, Jepang, Luxembourg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, Swiss, dan Swedia masuk ke kategori III.

Kategori I termasuk Hong Kong, Macau, China, dan Taiwan. Adapun, negara-negara di luar itu masuk ke kategori IV.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura wisatawan asing Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top