Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Meringankan Vonis Juliari, Cukup Menderita Dicerca & Dimaki Masyarakat

Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat akibat menerima suap pengadaan bantuan sosial.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 23 Agustus 2021  |  14:51 WIB
Ini Alasan Meringankan Vonis Juliari, Cukup Menderita Dicerca & Dimaki Masyarakat
Gambar berisi sindiran atau Meme Mensos Juliari Batubara di Twitter - Sumber: Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara telah mendapat ganjaran berupa hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Dia terbukti menerima suap dalam pengadaan bansos Covid-19.

Hakim mempertimbangkan sejumlah hal dalam putusan tersebut. Untuk hal meringankan, hakim menilai Juliari belum pernah menjalani hukuman sebelumnya.

Menurut Hakim, Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. "Terdakwa sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. Terdakwa telah divonis oleh masyarakat telah bersalah padahal secara hukum terdakwa belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," kata Hakim saat membacakan putusan, Senin (23/8/2021).

Hal meringankan lainnya, lanjut Hakim, selama persidangan Juliari hadir dengan tertib, tidak pernah bertingkah macam-macam. 

"Padahal selain sidang untuk dirinya sendiri selaku terdakwa, terdakwa juga harus hadir sebagai saksi dalam perkara Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso," kata Hakim.

Sementara itu, untuk hal yang memberatkan Perbuatan Juliari dinilai tidak kesatria. Perbuatan Juliari, diibaratkan hakim, seperti lempar batu sembunyi tangan. 

"Berani berbuat tidak berani bertanggung jawab. Bahkan menyangkali perbuatannya," ucap Hakim.

Hakim pun menyebut perbuatan Juliari dilakukan dalam keadaan darurat bencana nonalam yaitu wabah Covid-19. 

Adapun, Hakim juga menjatuhkan hukuman terhadap Juliari berupa uang pengganti sejumlah Rp14,59 miliar. Apabila Juliari tidak membayar uang pengganti dalam kurun satu bulan setelah putusan pengadilan, maka harta bendanya akan disita dan bila tidak mencukupi, Juliari akan diganjar pidana badan selama dua tahun.

Juliari dinyatakan terbukti menerima Rp32,48 miliar dalam kasus suap pengadaan bantuan sosial Covid-19.

Uang suap itu diterima dari sejumlah pihak. Sebanyak Rp1,28 miliar diterima dari Harry van Sidabukke, Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar M, dan Rp29,25 miliar dari beberapa vendor bansos Covid-19 lainnya.

"Menyatakan terdakwa Juliari P. Batubara telah terbukti secara sah dengan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,"kata Hakim M. Damis saat membacakan amar putusan, Senin (23/8/2021).

Atas perbuatannya Juliari terbukti melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Vonis hakim terhadap Juliari lebih berat dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Diketahui jaksa menuntut agar Juliari dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Juliari P. Batubara
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top