Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Oknum Bupati & Perusahaan 'Bobol' Bank Daerah, Nilainya Ratusan Miliar!

Kongkalikong antara perusahaan dengan oknum bupati dalam mengakali kredit di bank usaha milik daerah berpotensi merugikan keuangan negara ratusan miliar.
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya upaya pembobolan bank usaha milik daerah oleh sejumlah perusahaan. 

Menariknya, perusahaan itu diduga saling terafiliasi dan melibatkan oknum kepala daerah dalam pemufakatan jahat tersebut.

Dalam publikasi terbarunya yang dikutip Bisnis Senin (23/8/2021), lembaga intelijen keuangan itu mamaparkan modus yang dilakukan oleh perusahaan nakal dan oknum bupati tersebut adalah dengan mengajukan kredit fiktif alias abal-abal.

Kronologinya, pertama, perusahan yang pengin membobol bank daerah mengajukan kredit konstruksi dengan jaminan berupa surat perintah kerja (SPK), kredit investasi dan kredit rekening koran.

Kedua, indikasi kredit tersebut fiktif ditemukan setelah PPATK mengendus adanya fakta bahwa SPK yang digunakan oleh perusahaan tidak terdaftar di arsip Dinas Pekerjaan Umum.

Ketiga, penelusuran PPATK kemudian mengungkap temuan yang mengejutkan. Perusahaan pemohon kredit fiktif tersebut rupanya saling terafiliasi dan melibatkan bupati di daerah tersebut.

Keempat, kasus kredit fiktif tersebut berpotensi merugikan keuangan daerah senilai ratusan miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper