Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menteri Singapura Ingatkan Dunia Harus Siap Hadapi Pandemi Berikutnya

Sistem internasional saat ini untuk menanggapi pandemi global “terpecah-pecah” dan “kurang dana.” Untuk menutup celah itu, panel G20 mengusulkan pembentukan dana global baru dengan minimal US$10 miliar per tahun.
Menteri Senior Singapura dan Menteri Koordinator Kebijakan Sosial Tharman Shanmugaratnam / Bloomberg
Menteri Senior Singapura dan Menteri Koordinator Kebijakan Sosial Tharman Shanmugaratnam / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Senior Singapura Tharman Shanmugaratnam mengingatkan dunia harus siap menghadapi pandemi global berikutnya yang dapat terjadi kapan saja dan persiapannya harus dimulai sekarang.

“Kami tidak memiliki kemewahan menunggu Covid berakhir sebelum kami mulai mempersiapkan pandemi berikutnya, karena pandemi berikutnya dapat datang kapan saja,” kata Tharman kepada CNBC International pada KTT G20 di Italia.

“Jadi kita harus menggunakan upaya kita saat ini untuk mengatasi Covid, juga membangun kapasitas yang dibutuhkan untuk mencegah pandemi berikutnya,” tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret tahun lalu. Virus Corona - yang pertama kali terdeteksi di China pada akhir 2019 - telah menginfeksi lebih dari 186 juta orang dan menyebabkan setidaknya 4 juta kematian di seluruh dunia, dikutip dari data Universitas Johns Hopkins.

Panel pakar global G20 pada minggu lalu (9/7/2021) merilis sebuah laporan yang mengusulkan langkah-langkah untuk mencegah wabah dan dengan cepat menanggapi pandemi di masa depan.

Tharman mengetuai panel bersama mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers dan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Ngozi Okonjo-Iweala.

"Langkah-langkah itu termasuk pendanaan yang lebih baik dan lebih andal untuk Organisasi Kesehatan Dunia, serta memanfaatkan lembaga multilateral seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk membantu mendanai perang melawan pandemi, kata Tharman.

Dia menambahkan bahwa sistem internasional saat ini untuk menanggapi pandemi global “terpecah-pecah” dan “kurang dana.” Untuk menutup celah itu, panel mengusulkan pembentukan dana global baru dengan minimal US$10 miliar per tahun.

“Apa yang kurang hari ini dalam sistem global, Anda memiliki tata kelola kesehatan di bawah Majelis Kesehatan Dunia dan WHO, Anda tidak memiliki sistem yang menyatukan keuangan dengan kesehatan,” kata Tharman.

“Dan itulah mengapa sistem ini kekurangan dana. Bereaksi setelah peristiwa, setelah krisis pecah dan tidak dapat secara proaktif mencegah krisis di masa depan,” tambahnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper