Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1,408 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

Pahala menyampaikan, bahwa vaksin ini akan digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  12:49 WIB
1,408 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia
Kotak-kotak berisi vaksin Covid-19 tertumpuk saat proses produksi di Beijing Biological Products Institute, unit dari China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm di Kota Beijing, China, Jumat (26/2/2021). - ANTARA/REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 1,408 juta dosis vaksin Covid-19 Sinopharm tiba di Bandara Soekarno Hatta, Banten, pada Selasa (13/7/2021).

Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, bahwa kedatangan ini merupakan tahap ketiga untuk vaksin Sinopharm.

“Kita memperkirakan dalam tiga hari mendatang juga akan datang lagi kurang lebih totalnya dalam tiga hari ini adalah 4 juta dosis vaksin Sinopharm,” katanya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/7/2021).

Pahala menyampaikan, bahwa vaksin ini akan digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

Vaksin yang menggunakan platform virus inaktif ini, sambungnya, telah mendapatkan emergency used listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2021.

Selain itu, Pahala menyebut, bahwa vaksin Sinopharm juga telah mendapat persetujuan di 56 negara dengan efikasi mencapai 79 persen.

Dia berharap Vaksinasi Gotong Royong yang merupakan pelengkap program vaksinasi pemerintah bisa mempercepat pencapaian kekebalan komunal di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Vaksin Sinopharm
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top