Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri Bahlil digugat Perusahaan Tambang Nikel ke PTUN

Menteri Investasi atau Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia digugat ke PTUN terkait Keputusan Tergugat No. SK.432/1/KLHK/ 2020 tanggal 30 November 2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  15:21 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Investasi atau Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia digugat sebuah perusahaan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Gugatan bernomor 136/G/2021/PTUN.JKT diajukan oleh PT Toshida Indonesia pada Senin (7/6/2021). Adapun obyek sengketa yang jadi bahan gugatan adalah Keputusan Tergugat No. SK.432/1/KLHK/ 2020 tanggal 30 November 2020.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta,  PT Toshida dalam petitum gugatannya meminta majelis hakim PTUN untuk keputusan No. SK.432/1/KLHK/ 2020 tanggal 30 November 2020.

Substansi keputusan tersebut terkait dengan pencabutan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.708/Menhut-II/2009 tanggal 19 Oktober 2009 Tentang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Seluas 5.265,70 Hektar Untuk Kegiatan Ekspoitasi Nikel dan Sarana Penunjangnya Atas Nama PT Toshida Indonesia, yang Terletak Di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI No. SK.432/1/KLHK/2020 tanggal 30 November 2020," demikian dikutip, Rabu (9/6/2021).

PT Toshida adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini sempat mendapat sorotan karena diduga melakukan pelanggaran hukum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm bahlil lahadalia PTUN
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top