Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MPR: TWK Tak Jamin Keberhasilan ASN KPK Tangani Korupsi

Lulus tes wawasan kebangsaan yang komprehensif sekalipun belum tentu menjamin keberhasilan dalam penanganan korupsi sebagai ASN di KPK.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  16:43 WIB
Diskusi bertajuk
Diskusi bertajuk "Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi ASN" dilaksanakan oleh MPR di Gedung Parlemen, Senin (7/6/2021). Wakil Ketua MPR Syarief Hasan (tengah), Anggota MPR dari Fraksi PKB Yanuar Prihatin (kanan) serta Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto (kiri, tidak terlihat) hadir sebagai pembicara. - Bisnis/John Andhi

Bisnis.com, JAKARTA — Tes Wawasan Kebangsaan tidak bisa menjadi satu-satunya alat ukur untuk melihat seberapa kuat nilai-nilai kebangsaan peserta tes tersebut.

Demikian disimpulkan dalam diskusi bertajuk “Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi ASN” yang dilaksanakan Bagian Pemberitaan MPR di Gedung Parlemen, Senin (7/6/2021).

Hadi sebagai narasumber diskusi mingguan tersebut Wakil Ketua MPR Syarief Hasan, Anggota MPR dari Fraksi PKB Yanuar Prihatin, serta Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

Menurut Syarief Hasan, TWK yang dilaksanakan secara tertulis masih memiliki sejumlah kelemahan selain tidak komprehensif.

Apalagi sosialisasinya masih kurang sehingga tidak semua peserta tes bisa dengan mudah memahami apa yang diujikan terkait wawasan kebangsaan.

“Tidak serta-merta orang yang tes wawasan kebangsaannya baik, sedangkan selama ini prestasi rendah, akan bisa jadi ASN. Itu jadi pertanyaan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan wawasan kebangsaan yang tinggi tidak ada artinya kalau integritasnya kurang.

“Jadi kalau hanya parsial justifikasinya ini berbahaya, jadi harus secara menyeluruh,” katanya.

Bahkan Syarief menegaskan lulus tes wawasan kebangsaan yang komprehensif sekalipun belum tentu menjamin keberhasilan dalam penanganan korupsi sebagai ASN di KPK.

Sementara itu, Sunanto mengatakan polemik soal TWK menunjukkan adanya persoalan ideologi di Indonesia yang masih belum beres sejak dahulu.

Dia mengatakan seharusnya Indonesia sudah bergerak lebih maju, lebih sejahtera dan tidak lagi mempersoalkan ideologi kebangsaan.

Menurutnya, munculnya problem kebangsaan tidak terlepas dari persoalan keadilan yang tidak merata di dalam kehidupan berbangsa.

Terkait materi tes pada TWK yang diujikan, Sunanto mengatakan kalau benar ada pertanyaan seputar isu Taliban, atau aliran agama tertentu misalnya, maka hal itu konyol karena tidak punya hubungan dengan tujuan tes tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi kebangsaan
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top