Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BMKG: Kabar Tsunami Hanya Potensi Berdasar Hitungan Matematis

Kami datang langsung ke masyarakat di lokasi. Bahwa apa yang kami sampaikan ini potensi bukan prediksi. Artinya belum ada kepastian. Karena ilmunya belum sampai ke kepastian.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  14:25 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - bmkg.go.id
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - bmkg.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Belakangan warga dihebohkan pemberitahuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang peringatan potensi tsunami di pesisir Jawa Timur hingga ketinggian 30 meter.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menerangkan bahwa pemberitahuan tersebut hanya potensi, bukan prediksi atau perkiraan dan tidak ada kepastian kapan akan terjadi.

“Kami sudah memperingatkan sejak akhir tahun lalu, kami datang langsung ke masyarakat di lokasi. Bahwa apa yang kami sampaikan ini potensi bukan prediksi. Artinya belum ada kepastian. Karena ilmunya belum sampai ke kepastian,” jelasnya pada wawancara dengan stasiun televisi, Minggu (6/6/2021).

Dwikorita menjelaskan berdasarkan hasil kajian para pakar gempa bumi yang tergabung dalam Pusat Studi Gempa Nasional 2017, dan diperdalam oleh tim dari ITB dan BMKG pada 2020 serta sudah dipublikasi dalam jurnal internasional, kajian terkait potensi bencana sudah terstandar.

“Kami BMKG sebagai lembaga operasional yang punya tanggung jawab melindungi masyarakat dari bahaya gempa dan tsunami. Kami gunakan hasil kajian untuk mitigasi bukan memastikan akan terjadi, untuk berjaga-jaga dari skenario terburuk gampa 8,7 magnitudo dan kami modelkan, hitung secara matematis, gempa sebesar itu membangkitkan tsunami sebesar apa dan seberapa cepat datangnya,” jelasnya.

Hasil pemodelan ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat untuk berjaga-jaga, memitigasi kemungkinan bencana.

“Jadi belum tentu besok terjadi, tidak ada yang tahu kapan terjadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, BMKG mengumumkan adanya potensi tsunami sampai 29 meter di pesisir selatan Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis dari potensi gempa 8,7 magnitudo, seluruh pesisir Jawa Timur berpotensi diterjang tsunami dengan tinggi maksimum 26-29 meter.

“Di Kabupaten Trenggalek itu tinggi maksimumnya, dan waktu tiba tercepat datangnya tsunami paling cepat 20 - 24 menit di Kabupaten Blitar,” ungkapnya pada webinar 2 Juni 2021, dikutip Senin (7/6/2021).

Selain itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, gelombang tinggi juga akan mencapai Pacitan dengan ketinggian sekitar 25 - 28 meter dan waktu datangnya 26-29 menit.

Sementara itu, pada tabel yang ditayangkan BMKG, ada beberapa pantai lainnya yang berpotensi dilanda tsunami yaitu Pantai Teluk Sumbreng Trenggalek maksimal 22 meter, Pantai Popoh Tulung Agung maksimal 30 meter, Pantai Muncar Banyuwangi 18 meter, Pantai Pancer Banyuwangi 12 meter.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG tsunami jawa timur wilayah pesisir
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top