Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kabar Gembira! WHO Beri Izin Penggunaan Vaksin Sinovac

Pemberian izin ini sekaligus memberikan legitimasi bagi produsen vaksin dari China yang memicu keraguan atas efikasinya dalam mencegah Covid-19.
Petugas menata vaksin Covid-19 Sinovac di lemari pendingin gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Petugas menata vaksin Covid-19 Sinovac di lemari pendingin gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. akhirnya mendapatkan izin dari World Health Organization (WHO).

Berdasarkan pernyataan resmi, dikutip dari Bloomberg, Selasa (1/6/2021), WHO merekomendasikan penggunaan vaksin Sinovac untuk usia 18 tahun ke atas. Adapun, selang penyuntikan antara dosis pertama dengan kedua berkisar 2 hingga 4 pekan.

Izin penggunaan darurat yang dikeluarkan WHO kepada Sinovac merupakan yang kedua kalinya bagi vaksin buatan China. Sebelumnya, WHO telah memberikan izin bagi vaksin produksi Sinopharm Group Co. pada Mei lalu.

Hingga saat ini, WHO telah memberikan izin penggunaan darurat bagi sejumlah produsen vaksin yakni Sinovac, Sinopharm, Pfizer Inc. dan BioNTech, AstraZeneca Plc, Johnson & Johnson, dan Moderna Inc.

Pemberian izin ini sekaligus memberikan legitimasi bagi produsen vaksin dari China yang memicu keraguan atas efikasinya dalam mencegah Covid-19.

Sinovac sendiri telah mengirimkan sebanyak 380 juta dosis ke sejumlah negara mulai dari Hong Kong hingga Zimbabwe sejak akhir tahun lalu.

Jika dibandingkan dengan produsen lainnya, vaksin besutan Sinovac tercatat memiliki tingkat kemanjuran yang rendah. Vaksin ini hanya memiliki efikasi sebesar 50 persen dari uji klinis di Brasil.

Dalam sebuah studi yang dilakukan terhadap 130.000 tenaga kesehatan Indonesia, vaksin ini melindungi dari infeksi tanpa gejala sebesar 94 persen, 96 persen terhadap ancaman rawat inap, dan 98 persen terhadap ancaman kematian.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper