Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Izinkan Warga Lepas Masker Usai Vaksinasi, Luhut: Udara Kita Jorok

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi kebijakan AS yang mengizinkan warga yang telah divaksin untuk tidak memakai masker.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  15:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar (dari kiri) dan istrinya Devi Panjaitan, serta Ketua Pengurus Yayasan Del Patuan P. Simatupang dalam acara Yayasan Del 20th Anniversary Luncheon - Bisnis.com/Aprianus Doni Tolok
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar (dari kiri) dan istrinya Devi Panjaitan, serta Ketua Pengurus Yayasan Del Patuan P. Simatupang dalam acara Yayasan Del 20th Anniversary Luncheon - Bisnis.com/Aprianus Doni Tolok

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) baru-baru ini mengumumkan bahwa orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Covid-19 tidak perlu lagi menggunakan masker di luar ruangan kecuali berada dalam kelompok besar orang.

Berdasarkan informasi tersebut, banyak orang atau warganet pun membandingkannya dengan kondisi Indonesia yakni apakah kebijakan serupa bisa diterapkan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berseloroh menyampaikan bahwa di Indonesia bisa dilakukan tapi hanya untuk beberapa aktivitas saja.

"Ya kalau foto buka bentar, makan buka bentar, [tapi] kalau kita kumpul gini, pakai masker. Ya apa sih, paling kalau kau pacaran ya buka,” katanya di sela-sela Yayasan Del 20th Anniversary Luncheon, di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Lebih lanjut, Luhut yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Indonesia yang kini masih harus memakai masker juga memberikan keuntungan.

“Ya, enggak usah, kita biarin aja pakai masker, udara kita jorok, kan ga ada ruginya juga," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dokter Adam Prabata menyampaikan bahwa ada beberapa perbedaan kondisi penanganan pandemi khususnya vaksinasi Covid-19 antara Indonesia dan Amerika Serikat sehingga keputusan CDC tersebut tidak serta merta bisa diterapkan di Indonesia.

“Vaksin yang digunakan berbeda! Vaksin yang digunakan di Amerika Serikat: Pfizer, Moderna, JnJ. Vaksin yang digunakan di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm. Perlu diingat kalau perbedaan jenis dan lokasi pemberian vaksin bisa memunculkan perbedaan efektivitas juga,” cuitnya melalui akun Instagram resmi miliknya @adamprabata, Jumat (14/5/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top