Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Beri Lampu Hijau AstraZeneca dan Moderna

Kementerian Kesehatan memastikan efikasi serta keamanan vaksin AstraZeneca dan Moderna.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  19:59 WIB
Jepang Beri Lampu Hijau AstraZeneca dan Moderna
Seorang perempuan mengenakan masker berjalan di depan jam penghitung mundur 100 hari menjelang Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021)./Antara - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kesehatan Jepang secara resmi mengesahkan penggunaan vaksin Moderna dan AstraZeneca setelah mendapat hijau dari para pakar.

Panel pakar memberikan restu untuk penggunaan Moderna dan AstraZeneca pada Kamis (20/5/2021). Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan pengesahan tersebut pada Jumat (21/5/2021) dengan mengatakan efikasi serta keamanan vaksin itu telah dipastikan.

Dilansir dari Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK), Vaksin Moderna diperkirakan akan diberikan di tempat-tempat vaksinasi skala besar yang akan dibuka di Tokyo dan Osaka pada Senin pekan depan.

Namun, vaksin AstraZeneca tidak akan digunakan dalam program vaksinasi masyarakat untuk sementara waktu karena kasus penggumpalan darah yang jarang terjadi. Kementerian Kesehatan berencana memutuskan dengan hati-hati kelompok usia mana yang dapat diberikan vaksin AstraZeneca.

Pemerintah Jepang berharap pengesahan ini akan membantu mempercepat pelaksanaan vaksinasi di seluruh Jepang.

Namun, di sisi lain sumber-sumber menyebutkan kementerian tersebut saat ini tidak berencana menambahkan AstraZeneca ke dalam daftar vaksin yang dilindungi oleh undang-undang imunisasi Jepang yang direvisi meski setelah diotorisasi.

Undang-undang tersebut menetapkan bahwa pemerintah akan sepenuhnya mendanai vaksinasi menggunakan vaksin-vaksin yang telah disetujui dan akan membayar perawatan bagi masalah kesehatan apa pun yang ditimbulkannya.

Badan Obat-Obatan Eropa (EMA) mengatakan bulan lalu bahwa penggumpalan darah dengan trombosit darah rendah yang jarang terjadi harus didaftarkan sebagai efek samping yang sangat jarang xdari vaksin tersebut.

Kementerian berencana menciptakan panduan untuk merawat penggumpalan darah seperti itu. Pihaknya juga akan menganalisis data luar negeri guna dengan hati-hati menetapkan batas umur yang direkomendasikan bagi vaksin tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona Vaksin Covid-19 AstraZeneca moderna
Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top