Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Pengamat Gunung Api, Tak Bisa Mudik Lebaran Demi Tugas Negara

Di pos pengamatan Gunung Api tidak terdengar lantunan takbir menjelang Idulfitri, tradisi yang menandakan datangnya hari kemenangan. Lokasi Salat Id pun cukup jauh.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  10:59 WIB
Kondisi Gunung Agung di Bali, Sabtu (10/2/2018). - Dok. Badan Geologi Kementerian ESDM
Kondisi Gunung Agung di Bali, Sabtu (10/2/2018). - Dok. Badan Geologi Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA - Idulfitri sebagai hari raya kemenangan menjadi sebagai menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga. Namun, tidak semua orang bisa merasakan momen tersebut.

Pengalaman berbeda, misalnya, harus dialami oleh Pengamat Gunung Api Agung, Bali. Mereka rela tidak berkumpul demi menjalankan tugas negara.

Adalah Nurul Husaini dan Wahyu Ardi Setiawan, dua orang Pengamat Gunung Api Agung di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Agung. Keduanya rela merayakan Lebaran jauh dari sanak saudara yang berada di kampung halaman.

Nurul mengaku, tahun ini urung pulang kampung ke Ciamis, Jawa Barat, selain karena harus tetap bertugas mengamati aktivitas Gunung Agung, juga karena pandemi Covid-19. Nurul tetap bertugas di Pos PGA Rendang yang sudah menjadi tempat kerjanya sejak Agustus 2017.

"Biasanya setiap tahun kegiatan acara mudik tidak terlewat, sebelum ada pandemi dan erupsi Gunung Agung tahun 2017. [Tahun ini] Tidak bisa pulang, ya cukup sedih. Tapi karena sekarang sedang pandemi kita bisa memaklumi, kita juga harus ikut mencegah penyebaran virus Covid-19. Dengan hati yang gembira melaksanakan tugas ini, menjelang hari raya Lebaran," ujar Nurul dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (13/5/2021).

Tidak berbeda dengan Nurul, Ardi yang bergabung di Pos Rendang sejak Oktober 2017 juga merasakan hal yang sama. Sedih, tetapi sadar bahwa sudah menjadi kewajibannya untuk melakukan tugas dengan baik. Pada tahun ini, Ardi tidak berkumpul dengan keluarganya yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Pastinya sedih, karena itu waktu yang ada cuma satu tahun sekali bisa bertemu keluarga. Tetapi karena ini tugas kita lakukan dengan baik. Setelah Salat Id kita langsung kerja seperti biasa. Sudah 2 tahun ini kami tidak mudik," ungkap Ardi.

Ardi juga merasa ada sesuatu yang hilang, karena di Pos PGA Rendang tidak terdengar lantunan takbir menjelang Idulfitri, tradisi yang menandakan datangnya hari kemenangan. Tempat untuk melaksanakan Salat Id pun cukup jauh dari Pos PGA Rendang. Dia dan Nurul harus berkendara sekitar 30 menit untuk menuju lokasi Salat Idulfitri.

"Sedih juga di sini tidak terdengar takbir. Saat Lebaran, suasana takbir yang bikin meriah, yang bikin kangen itu suara takbir, kemudian bisa bersilaturahmi sama keluarga dan teman. Untuk Salat Id, sekitar 15 kilometer dari Rendang, ke Kota Klungkung," tuturnya.

Walau harus merayakan Idulfitri jauh dari keluarga, Nurul dan Ardi tetap bahagia, yang terpenting bagi mereka adalah bisa melakukan tugas dengan baik, sesuai sumpah mereka di awal pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), pada 2015 silam.

"Tidak ada rasa menyesal, karena dari awal kita berkomitmen kita ingin gabung dan bekerja sebagai Pengamat Gunung Api. Kalaupun ada risiko hal-hal yang di luar dugaan, itulah risiko suatu pekerjaan," ujar Nurul.

Kepala Pos PGA Agung Dewa Made Mertayasa pun memastikan bahwa seluruh pengamat di Pos PGA Agung tetap bertugas memantau Gunung Agung dan memberikan informasi kepada pemangku kepentingan di hari Lebaran tahun ini.

"Kami semua tetap bertugas, termasuk Ardi dan Nurul. Karena ada imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik, maka kedua rekan saya tetap berjaga di pos, memantau situasi dan kondisi gunung agung untuk disampaikan ke masyarakat," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran gunung agung idulfitri
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top