Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 di Sumatra Mulai Naik, Satgas Perketat Pos Merak-Bakauheni

Instruksi itu berdasarkan pantauan dan laporan tren yang dihimpun tim data Satgas Covid-19, bahwa sejumlah daerah di Sumatra berpotensi alami lonjakan kasus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  13:02 WIB
Situasi shalat Idul Fitri di Graha BNPB Jakarta, Kamis (13/5/2021)/Antara - HO/BNPB
Situasi shalat Idul Fitri di Graha BNPB Jakarta, Kamis (13/5/2021)/Antara - HO/BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan sejumlah daerah di Sumatra berpotensi mengalami lonjakan kasus positif virus Corona.

Hal itu terungkap berdasarkan pantauan dan laporan tren yang dihimpun tim data Satgas Covid-19. Oleh karena itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memerintahkan jajarannya untuk memperketat lalu lintas manusia di penyeberangan Bakauheuni-Merak, guna mengurangi penyebaran SARS-CoV-2.

“Perketat lalu-lintas manusia di penyeberangan Bakauheni-Merak. Sekalipun sudah mengantongi surat swab, harus dicek lagi secara cermat dan seksama. Tidak ada pengecualian," ujar Doni usai salat Idulfitri di Graha BNPB Jakarta, Kamis (13/5/2021).

Doni mengatakan jika ada yang ketahuan positif Covid-19, dia meminta agar pemudik tersebut langsung dikarantina.

Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemudian menghubungi anggota Satgas di berbagai daerah untuk tidak lengah, tidak mengendorkan pengawasan dan pengendalian pergerakan manusia.

Usai salat, Doni tidak langsung ke rumah dan bertemu dengan keluarganya, melainkan kembali 'tenggelam' dalam rapat koordinasi terbatas di lantai 10.

Menurutnya, hari-hari ini merupakan hari-hari krusial, yang menjadi penentu naik-tidaknya grafik paparan Covid-19. Diprediksi, angka paparan Covid-19 naik usai Idulfitri 1442 H.

Doni mengarahkan anggota Satgas Covid-19 di berbagai daerah, untuk tidak segan-segan menerapkan pengetatan wilayah lockdown skala mikro. Dia kembali mencontohkan lockdown mikro yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Ali, di Jambi.

Arahan Doni, jika satu RT/RW ada lebih dari lima orang atau sejumlah rumah yang isinya terpapar Covid-19, segera lakukan lockdown di RT/RW. Semua pihak harus segera mengawasi, mendukung, dan memastikan lockdown berlangsung tertib dan baik, termasuk jaminan pasokan logistik.

“Kita memang harus terus cerewet. Sekali lagi, tidak masalah kita dianggap cerewet, karena tujuan kita adalah agar korban corona tidak berderet-deret,” tegas mantan Danjen Kopassus itu.

Sekitar 20 orang melakukan salat Id di lantai 15 Graha BNPB. Selain Doni, Sestama BNPB Lilik Kurniawan, Karo Hukum Zaherman, Karo Umum Andi Eviana, Kolonel Czi Budi Irawan dan Kolonel Arh Hasyim Lalhakin ikut dalam barisan salat.

Bertindak sebagai imam dan khatib, ustaz Prof Muslihun Ihsan. Kurang lebih pukul 06.00 WIB, persiapan salat Id dilakukan. Khatib berdiri di atas mimbar yang telah dipasangi dinding aklirik tembus pandang, demi menjaga droplet saat khutbah. Materi yang disampaikan seputar hakikat Idulfitri dikaitkan dengan momentum pandemi.

Prosesi salat Idulfitri di kantor BNPB tak lebih dari 25 menit. Singkatnya waktu merupakan bagian dari taat protokol kesehatan, yakni tidak lama-lama berkumpul.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb merak bakaheuni Doni Monardo Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top