Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tsunami Covid-19 di India, Satgas: Akibat Abai Prokes saat Ritual Keagamaan

Satgas Penanganan Covid-19 berharap masyarakat menahan diri untuk mudik pada Lebaran tahun ini agar kasus Corona di Indonesia tidak melonjak seperti di India.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 April 2021  |  15:55 WIB
Tsunami Covid-19 di India, Satgas: Akibat Abai Prokes saat Ritual Keagamaan
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan bahwa ritual atau perayaan keagamaan harus disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan agar tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Menurutnya, salah satu penyebab melonjaknya kasus positif di India karena pemerintah dan masyarakat mulai lengah penerapan protokol kesehatan. Mereka menyelenggarakan perayaan keagamaan yang akhirnya menimbulkan kerumunan.

“Kecenderungan [peningkatan kasus positif] yang terjadi di India adalah karena mengabaikan protokol kesehatan saat melakukan ritual keagamaan,” kata Doni dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021).

Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini berharap momentum perayaan Idulfitri tetap bisa digunakan sebagai momen silaturahmi tetapi secara virtual.

Pasalnya, data menunjukkan bahwa setiap libur panjang pasti diakhiri dengan peningkatan kasus positif dan diikuti dengan jumlah pasien di rumah sakit yang juga meningkat, dan termasuk angka kematian yang tinggi.

“Salah satu solusi dalam mengatasi kerinduan terhadap warga untuk tidak mudik ini adalah melakukan berbagai upaya silaturahmi secara virtual,” ujar Doni.

Adapun, setelah kebijakan peniadaan mudik diberlakukan, data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa saat ini tinggal 7 persen warga yang tetap akan mudik dari posisi semula adalah 33 persen.

"Tugas kita adalah menurunkan angka yang 7 persen ini menjadi lebih rendah lagi sehingga mobilitas bisa kita batasi, bisa kita kurangi dan juga tentunya ini akan bisa mengurangi penularan Covid di berbagai daerah,” ucap Doni,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Mudik Lebaran Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top