Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina, Rusia: Tujuan Inspeksi Tercapai

Juru bicara presiden Ukraina mengatakan bahwa Rusia memiliki lebih dari 40.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina dan lebih dari 40.000 di Krimea.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2021  |  09:45 WIB
Ilustrasi - Tank militer Rusia melaju di jalan dari Sevastopol ke Simferopol - Reuters
Ilustrasi - Tank militer Rusia melaju di jalan dari Sevastopol ke Simferopol - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia dikabarkan telah menarik pasukan dari perbatasan Ukraina pada Kamis (22/4/2021) waktu setempat, untuk kembali ke markas.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan dia telah memerintahkan pasukan yang terlibat dalam latihan untuk kembali ke pangkalan mereka. Pasalnya, mereka telah menyelesaikan apa yang disebutnya 'inspeksi' di daerah perbatasan.

"Saya yakin tujuan inspeksi mendadak telah tercapai sepenuhnya. Pasukan telah menunjukkan kemampuan mereka untuk memberikan pertahanan yang kredibel bagi negara," kata Shoigu.

Peralatan militer harus ditinggalkan di tempat latihan dekat kota Voronezh, sekitar enam jam perjalanan dari Ukraina, sehingga dapat digunakan lagi akhir tahun ini dalam latihan besar terjadwal lainnya.

Beberapa jam sebelumnya, Shoigu menghadiri latihan manuver di Krimea, yang menurut Moskow melibatkan 10.000 tentara dan lebih dari 40 kapal perang. Rusia juga mengumumkan telah menangkap seorang pria Ukraina di Krimea sebagai mata-mata.

Beberapa senjata dari tentara ke-41 Rusia, yang termasuk tank dan artileri berat, akan ditinggalkan sampai latihan militer strategis bersama Rusia-Belarusia Zapad-2021 berlangsung pada bulan September, menurut kantor berita Rusia, TASS. Itu membuat Rusia memiliki lebih banyak daya tembak di perbatasan Ukraina daripada sebelumnya.

Conflict Intelligence Team, sebuah kelompok intelijen sumber terbuka Rusia yang telah memantau penumpukan militer agresif Rusia di perbatasan, mengatakan pada Kamis bahwa masih terlalu dini untuk menilai apakah perintah penarikan pasukan Rusia merupakan penurunan eskalasi.

Kremlin mengatakan Putin menerima undangan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk bertemu guna membahas krisis tersebut. "Kalau Presiden menganggap perlu, dia akan menjawab sendiri. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu sekarang," kata juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

Penarikan pasukan kemungkinan akan disambut oleh negara-negara Barat yang khawatir intervensi Rusia lebih lanjut di Ukraina timur. Separatis yang didukung Rusia telah memerangi pemerintah Ukraina di wilayah tersebut sejak 2014.

Juru bicara presiden Ukraina mengatakan bulan ini bahwa Rusia memiliki lebih dari 40.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan timur Ukraina dan lebih dari 40.000 di Krimea. Sekitar 50.000 di antaranya baru dikerahkan, katanya. Rusia belum memberikan angka resmi jumlah pasukan yang dikerahkan.

Sementara Uni Eropa pada Selasa memperkirakan bahwa lebih dari 100.000 tentara telah berkumpul di dekat perbatasan dan di Krimea, CNN melaporkan. Tidak jelas dari pengumuman Kamis berapa banyak pasukan yang akan tetap berada di wilayah tersebut.

Adapun setelah pengumuman penarikan pasukan itu, mata uang Rusia dan Ukraina naik tajam. Hal itu menandakan kelegaan di antara investor hanya beberapa jam setelah Rusia juga mengakhiri latihan perang di Krimea, semenanjung yang diduduki dan dianeksasi dari Ukraina pada 2014.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia ukraina

Sumber : Tempo/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top