Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Sampai Covid-19 di Indonesia Seperti India

Di India kenaikan jumlah kasusnya melonjak dengan sangat tinggi di saat vaksinasinya sukses dan jumlah kasusnya turun drastis.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 20 April 2021  |  08:08 WIB
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India  -  Express Photo by Amit Chakravarty
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Dia menuturkan, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik dan program vaksinasi Covid-19 yang sudah berjalan, jangan sampai justru membuat masyarakat lengah.

"Di India kenaikan jumlah kasusnya melonjak dengan sangat tinggi di saat vaksinasinya sukses dan jumlah kasusnya turun drastis," kata Budi dalam konferensi pers daring, Senin (19/4/2021).

Budi mengatakan, fenomena lonjakan kasus Covid-19 di India itu terjadi karena dua penyebab.

Pertama, adalah karena adanya mutasi Covid-19 baru yang terjadi di sana. Di Indonesia, meski mutasi Covid-19 juga sudah ditemukan, namun jumlahnya masih sangat sedikit insidennya.

"Kedua yang paling penting adalah karena mereka sudah vaksinasinya tinggi, jumlah konfirmasi kasusnya menurun, mereka lupa, mereka kurang waspada. Mereka mengendurkan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Budi.

Di Indonesia, penurunan jumlah kasus aktif Covid-19 terjadi setelah pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dan vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan sejak Februari.

Hal ini juga berhasil menekan angka keterisian rumah sakit yang sebelumnya sempat melonjak drastis pada awal tahun.

Memasuki Ramadan ini, pemerintah pun terus meminta masyarakat agar tetap waspada. Bahkan mudik lebaran dipastikan dilarang.

"Kalau itu bisa kita tetap jalankan di masa Ramadan ini dan Idulfitri kita tidak usah mengalami seperti yang ada di India," kata Menkes Budi Gunadi.

Jam Malam

India kembali melaporkan rekor peningkatan infeksi Virus Corona sebesar 273.810 dan jam malam diberlakukan di New Delhi mulai Senin (19/4/2021).

Sedangkan rumah sakit di seluruh negeri juga tengah berjuang dengan kekurangan tempat tidur dan pasokan oksigen.

Kasus Virus Corona secara keseluruhan di India sekarang melewati angka 15 juta atau nomor dua setelah Amerika Serikat (AS) secara global.

Kematian di negara itu akibat Covid-19 naik dengan rekor 1.619 menjadi total 178.769, menurut data kementerian kesehatan seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (19/4/2021).

Ibu kota India akan diisolasi ketat selama enam hari mulai malam ini, kata Kepala Menteri negara bagian Delhi Arvind Kejriwal.

Dia menambahkan, sistem perawatan kesehatan berada pada titik puncak karena memburuknya wabah Covid-19.

“Jika kita tidak memberlakukan kuncian sekarang, kita akan melihat bencana yang lebih besar. Mulai malam ini akan dilakukan lockdown hingga Senin depan,” kata Kejriwal seperti dikutip Aljazeera.com.

"Kasus-kasus meningkat sangat cepat. Hanya tersisa 100 tempat tidur," kata Kejriwal dalam sebuah pernyataan video.

Dia menambahkan, bahwa tempat tidur tambahan akan dipasang di beberapa sekolah dan kompleks olahraga.

Selanjutya, mencuit bahwa ada "kekurangan oksigen akut" dan menambahkan dengan huruf kapital bahwa "oksigen telah menjadi keadaan darurat" di Megalopolis.

Sementara itu, media sosial India dibanjiri oleh orang-orang yang mengeluh tentang kurangnya tempat tidur, tabung oksigen dan obat-obatan. Kelompok warga turut menyebarkan nomor saluran bantuan dan dukungan sukarela.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Covid-19 Vaksin Covid-19

Sumber : Tempo.co, Bisnis.com

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top