Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taipan Media Hong Kong Jimmy Lai Dijatuhi Hukuman Penjara

Hukuman penjara itu adalah yang pertama bagi jutawan berusia 73 tahun itu yang telah menghabiskan puluhan tahun menggunakan kerajaan medianya untuk mendukung demokrasi di Hong Kong.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 19 April 2021  |  06:01 WIB
Raja media Hong Kong, Jimmy Lai (tengah). - Istimewa
Raja media Hong Kong, Jimmy Lai (tengah). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Taipan media Hong Kong Jimmy Lai Ditetapkan sanksi penjara selama 14 bulan pada hari Jumat (16/4/2021) bersama dengan empat aktivis demokrasi veteran lainnya karena peran mereka dalam protes yang membantu memicu tindakan keras terhadap perbedaan pendapat oleh China.

Lai dijatuhi dua hukuman penjara untuk demonstrasi terpisah pada Agustus 2019, yakni saat puncak pemberontakan demokrasi yang melumpuhkan pusat keuangan selama berbulan-bulan.

Hukuman penjara itu adalah yang pertama bagi jutawan berusia 73 tahun itu yang telah menghabiskan puluhan tahun menggunakan kerajaan medianya untuk mendukung demokrasi di Hong Kong, sebuah kampanye yang membuatnya dikecam oleh China sebagai "pengkhianat".

Dikutip dari Channel News Asia, hukuman yang dijatuhkan pada hari Jumat adalah yang terbaru dalam kampanye tanpa henti yang dijalankan oleh China sejak protes untuk membungkam perbedaan pendapat.

Lai dan empat juru kampanye lainnya pada awalnya dijatuhi hukuman karena memimpin rapat umum yang menurut penyelenggara menarik hingga 1,7 juta orang. Sembilan dari juru kampanye demokrasi paling terkemuka di Hong Kong telah dinyatakan bersalah karena mengatur dan berpartisipasi di dalamnya.

Banyak dari mereka telah menghabiskan puluhan tahun untuk mengadvokasi non-kekerasan dalam kampanye mereka untuk hak pilih universal.

Di antara terdakwa lainnya adalah Martin Lee, 82 tahun, seorang pengacara yang dikenal sebagai "bapak demokrasi" di Hong Kong, yang pernah dipilih oleh Beijing untuk membantu menulis konstitusi mini kota itu. Margaret Ng, seorang pengacara berusia 73 tahun dan mantan anggota parlemen oposisi, juga menerima sanski penjara. Namun, hukuman Lee dan Ng masih ditangguhkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demokrasi hong kong
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top