Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Denmark Putuskan Setop Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Denmark menjadi negara pertama yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 April 2021  |  10:16 WIB
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara
Vaksin Covid-19 AstraZeneca - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Denmark memutuskan tidak akan menggunakan lagi vaksin AstraZeneca sebagai bagian dari program imunisasinya sekaligus menjadi negara pertama yang menghentikan vaksin itu karena dugaan efek samping berupa pembekuan darah yang jarang tetapi serius.

Langkah tersebut diambil meskipun ada rekomendasi kuat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pengawas obat-obatan Eropa untuk terus melakukan imunisasi dengan dalih manfaatnya jauh lebih besar daripada potensi risikonya.

“Kampanye vaksinasi Denmark akan berjalan tanpa vaksin AstraZeneca,” ujar direktur otoritas kesehatan Denmark, Søren Brostrøm seperti dikutip dari TheGurdian.com, Kamis (15/4/2021).

Sedangkan negara tetangganya, Swedia menyatakan berencana untuk menghentikan peluncuran vaksin kedua, yang diproduksi oleh Johnson & Johnson, yang juga dikaitkan dengan pembekuan darah yang langka.

Finlandia juga mengumumkan akan terus membatasi vaksin AstraZeneca untuk orang yang berusia 65 tahun ke atas. Negara itu kemungkinan akan memberikan dosis kedua dari produsen lain dan sedang menyusun rencana tentang bagaimana melanjutkan vaksinasi.

Keputusan Denmark keluar di tengah kasus efek samping langka yang telah membuat pemakaian vaksin Johnson & Johnson yang diproduksi AS ditangguhkan di negaranya karena masalah serupa.

Keputusan sejumlah negara atas vaksin AstraZeneca berpotensi menunda upaya vaksinasi UE beberapa bulan karena tengah menunggu pasokan vaksin tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denmark Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Sumber : The Guardian

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top