Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UI dan Merck Jalin Kerja Sama Lewat Laboratorium Kolaborasi

Melalui Laboratorium Kolaborasi ini, Merck akan memfasilitasi kebutuhan peralatan laboratorium canggih, mendukung transfer keahlian dan pengetahuan, serta memperluas akses laboratorium kepada akademisi dan ilmuwan baik dari dalam dan luar UI.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  23:28 WIB
penandatanganan Induk Perjanjian Kerja Sama antara Merck dengan Universitas Indonesia, Rabu (31/3/2021) - Istimewa
penandatanganan Induk Perjanjian Kerja Sama antara Merck dengan Universitas Indonesia, Rabu (31/3/2021) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) dan Merck hari ini mengumumkan inagurasi bentuk nyata kemitraan strategis untuk mendirikan Laboratorium Kolaborasi.

Laboratorium kolaborasi yang berlokasi di Gedung Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UI ini didirikan untuk membantu memajukan penelitian dan perkembangan inovasi ilmu Hayati di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Induk Perjanjian Kerja Sama antara Merck dengan Universitas Indonesia, serta inagurasi oleh Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro.

“Universitas Indonesia adalah salah satu pusat penelitian paling terkemuka di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT Merck Chemicals dan Life Science, Christopher Thomas dalam keterangan resmi, Rabu (31/3/2021).

Melalui Laboratorium Kolaborasi ini, sambungnya, Merck akan memfasilitasi kebutuhan peralatan laboratorium canggih, mendukung transfer keahlian dan pengetahuan, serta memperluas akses laboratorium kepada akademisi dan ilmuwan baik dari dalam dan luar UI.

“Kami berharap dukungan kami dapat memberdayakan para peneliti muda untuk menghasilkan penelitian dan terobosan life science berkualitas dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Menristek Bambang mengatakan bahwa Laboratorium Kolaborasi ini adalah bagian dari strategi besar Indonesia untuk mendorong ekonomi yang berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi yang berbasis inovasi.

Pasalnya, berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045, Indonesia diharapkan bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah menjadi negara dengan ekonomi maju pada 2045.

“Dasarnya adalah daya saing dan kedaulatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya untuk melahirkan riset dan teknologi yang kuat, tidak bisa sendirian dan harus melibatkan berbagai pihak,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, Kepala BRIN menyampaikam bahwa upaya yang dilakukan FMIPA UI dan Merck sejalan dengan PRN yakni menjembatani gap yang sangat besar antara penelitian dan dunia usaha.

Dia pun memastikan bahwa pemerintah mendukung kolaborasi ini karena mendukung kerja sama yang memupuk dunia riset dan inovasi di Indonesia.

Rektor UI Ari Kuncoro menyambut baik kerja sama dan inisiatif dari Merck untuk membangun Laboratorium Kolaborasi di FMIPA UI.

“PT Merck Chemical and Life Sciences mendukung peralatan Laboratorium Kolaborasi di Departemen Biologi FMIPA UI untuk memperkuat penelitian bidang Life Sciences,” ungkapnya.

Kerja sama antara UI dan Merck, sambungnya, diinisiasi untuk memperkuat penelitian di bidang pemantauan lingkungan, analisis kimiawi, mikrobiologi dan biologi molekuler, serta inovasi di bidang pangan, pertanian, dan pengelolaan limbah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia merck
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top