Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir Juni, Menkes Perkirakan 77 Juta Suntikan Vaksin Tercapai

Target itu direalisasikan dengan terus meningkatkan kecepatan harian tenaga vaksinasi seiring peningkatan pasokan vaksin Covid-19.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  05:59 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pada akhir Juni 2021 atau paruh pertama tahun ini program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air sudah direalisasikan dengan total 77.193.705 suntikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan target itu direalisasikan dengan terus meningkatkan kecepatan harian tenaga vaksinasi seiring peningkatan pasokan vaksin Covid-19.

Kemarin, Jumat (26/3/2021), program Vaksinasi telah direalisasikan untuk 10 juta orang penerima vaksin, dengan kecepatan harian dari tenaga vaksinasi di Indonesia sudah mendekati 500.000 penyuntikan per hari.

Pemerintah berharap pada akhir Maret sampai April, dengan pasokan vaksin sekitar 15 juta dosis per bulannya, kecepatan penyuntikan vaksin Covid-19 akan bisa disesuaikan.

"Melalui proyeksi dari hasil regresi data 3 minggu terakhir, diprediksi sampai akhir Juni 2021 akan tercapai sebanyak 77.193.705 suntikan. Sementara, total suplai vaksin sampai Juni 2021 diproyeksi sebesar 92.734.971 dosis," jelasnya dalam keterangan resmi yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menkes menjelaskan hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah harus mencari titik keseimbangan supaya tidak kehilangan momentum dari hasil yang sudah bagus atau penurunan (kasus aktif) karena program pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan Vaksinasi.

"Jadi diharapkan (kasus aktif) kita terus turun dan tidak mengalami lonjakan kembali seperti yang terjadi di Eropa,” ujarnya.

Budi mengatakan semua kepala daerah dan tenaga kesehatan juga harus fokus memberi vaksinasi kepada para lansia, guna mengurangi angka kematian akibat Covid-19 (case fatality rate/CFR). Pasalnya, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 lebih banyak terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau di atas 60 tahun.

"Jika sebagian besar lansia sudah divaksinasi, diharapkan akan terjadi penurunan kasus fatal secara maksimal. Selain itu, kepada semuanya yang sudah divaksinasi, tolong tetap jalankan Protokol Kesehatan 3M. Karena kita tetap bisa terkena, walaupun tidak akan parah, serta masih bisa menularkan kepada orang lain yang belum divaksin,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top