Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes BGS Targetkan 100 Juta Vaksin AstraZeneca Masuk Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakanIndonesia tidak dapat pilih-pilih vaksin Covid-19 yang masuk karena tengah diperebutkan oleh dunia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  16:57 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan dapat mendatangkan 100 juta vaksin AstraZeneca ke Indonesia. Dari total tersebut, baru 1,1 juta dosis yang telah tiba di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Menkes saat memantau pelaksanaan vaksinasi kepada para kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Menkes mengatakan bahwa Indonesia tidak dapat pilih-pilih vaksin Covid-19 yang masuk karena tengah diperebutkan oleh dunia.

Dia menuturkan bahwa sejumlah negara Islam seperti Arab Saudi, Oman dan Uni Emirat Arab telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan halal digunakan. Adapun di Indonesia, pemerintah menargetkan 181,5 juta rakyat dapat menerima vaksin untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

“Dengan semua vaksin yang ada, dengan semua jenis vaksin yang ada. Apalagi AstraZeneca ini target kita lebih dari 100 juta yang akan kita peroleh,” kata Menkes melalui keterangan video yang ditayangkan Youtube NU Channel, Selasa (23/3/2021).

Hari ini setidaknya 100 kiai di Surabaya menerima vaksin AstraZeneca. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan vaksin AstraZeneca asal Inggris tersebut halalan thayyiban atau halal dan baik.

Sebelum fatwa keluar, sejumlah tokoh agama di provinsi itu juga telah menerima dosis pertama AstraZeneca di Sidoarjo, Jatim. Proses ini juga disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Adapun, Menkes menjelaskan bahwa saat ini sedikitnya 5,5 miliar penduduk dunia harus menjelani vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal. Artinya, dibutuhkan 11 miliar vaksin untuk memenuhi keperluan tersebut.

“Ini rebutan di seluruh dunia. Alhamdulillah Indonesia dapat untuk vaksinasi 181,5 juta rakyat kita, sekitar 360 juta lebih dosis. Nah sekarang isunya adalah begitu kita dapat, dapatnya nggak bisa milih-milih karena ini rebutan dunia,” terangnya.

Indonesia lanjut Menkes hanya mendapat empat jenis vaksin yaitu produksi Sinovac, AstraZeneca, Novavax dan Pfizer.

“Kita berharap ini juga langsung kita vaksinasikan dalam waktu 12 bulan sesuai arahan bapak Presiden ke 181,5 juta rakyat,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes vaksinasi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top