Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepri Mulai Vaksinasi 3.000 Imam dan Marbot Masjid dengan AstraZeneca

Sebanyak 3.000 orang di Pulau Bintang, Kepulauan Riau yang divaksin itu terdiri dari imam, khatib, bilal, marbot masjid dan unsur badan kontak majelis taklim (BKMT).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  11:54 WIB
Imam masjid disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca di Aula Masjid Raya Dompak, Tanjungpinang, Jumat (26/3/2021) - Antara/Ogen
Imam masjid disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca di Aula Masjid Raya Dompak, Tanjungpinang, Jumat (26/3/2021) - Antara/Ogen

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Harian Satgas Covid-19 Kepri TS Arif Fadillah mengatakan program vaksinasi antivirus Corona kepada 3.000 orang penerima meliputi imam, khatib, bilal, marbot masjid dan unsur badan kontak majelis taklim (BKMT) di Pulau Bintan, Kepri, telah dimulai pada hari ini, Jumat (26/3/2021).

Menurutnya, vaksinasi tersebut dilakukan kepada segmen tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1422 Hijriah. Imam, khatib, bilal, marbot masjid dan unsur BKMT itu akan disuntik dengan vaksin AstraZeneca.

Vaksinasi dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yaitu di Kota Tanjungpinang, persisnya di Aula Masjid Raya Pulau Dompak. Satu lokasi lainnya adalah di Kabupaten Bintan, yang tersebar di sepuluh titik vaksinasi.

"Vaksinasi sudah dimulai hari ini, target kami selesai dua hari, dengan rincian Tanjungpinang 1.300 orang dan Bintan 1.700, jadi totalnya 3.000 orang," kata Arif usai meninjau vaksinasi imam hingga marbot masjid di aula Masjid Raya Pulau Dompak.

Arif menyebut imam hingga marbot tersebut akan menerima dua kali dosis vaksinasi, dengan rentang waktu selama 28 hari usai vaksinasi dosis pertama. "Vaksinnya beda. Kalau Sinovac, rentangnya hanya 14 hari," ujarnya.

Menurut Arif, vaksinasi ini bertujuan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada imam hingga marbot untuk melaksanakan Shalat Tarawih di masjid pada Ramadan 1442 H.

Dengan divaksin, mereka lebih percaya diri melayani jemaah masjid. Tidak seperti Ramadan 1441 H, masjid tutup karena khawatir menjadi tempat penyebaran Covid-19.

"Ramadan tahun ini, kita upayakan masjid tetap buka. Tentunya setelah imam hingga marbot divaksin dan dibarengi protokol kesehatan ketat," tutur Arif.

Lebih lanjut, Arif turut meminta kabupaten/kota lainnya di Kepri mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi untuk imam hingga marbot guna menciptakan suasana aman dan kondusif menyambut datangnya Ramadan.

Pihaknya tengah menggesa pendistribusian vaksin AstraZeneca dari pusat ke daerah, selanjutnya diteruskan ke kabupaten/kota yang belum mendapat jatah vaksin AstraZeneca.

Pasalnya sampai saat ini, Kepri baru menerima 50.000 dosis vaksin AstraZeneca khusus untuk Kota Batam 35.000 dosis, selebihnya Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan).

"Secara bertahap mulai minggu depan sudah masuk lagi ke Kepri, karena vaksin AstraZeneca yang akan dikirim pusat ke daerah ini totalnya 260.000 dosis," jelas Arif.

Bisnis.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban menilai vaksin virus Corona atu Covid-19 tidak akan memengaruhi kesuburan wanita.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Kamis (25/3/2021) 15.17 WIB. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI) itu  menilai sejumlah merek vaksin Covid-19 sudah memiliki bukti atas klaim tersebut.

Dia menyebutkan Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson sudah terbukti aman bagi ibu hamil. Soal merek lain, ahli penyakit dalam ini mengaku belum mengetahuinya.

"Apakah vaksin Covid-19 memengaruhi kesuburan atau bikin perempuan tak bisa hamil? Vaksin tidak memengaruhi kesuburan. Makin banyak bukti beberapa vaksin seperti Pfizer, Moderna, dan Johnson&Johnson ternyata aman untuk ibu hamil. Kalau merek lain, saya tidak tahu," tulisnya di Twitter.

Zubairi mengaku mendapatkan cukup banyak pertanyaan di Twitter tentang ibu hamil dan kaitannya dengan Covid-19. Salah satu pertanyaan terkait kaitan vaksinasi Covid-19 dengan kesuburan wanita tadi.

Pertanyaan lain adalah apakah ibu menyusui boleh mendapat vaksin Covid-19. Zubairi pun mengaku bahwa ibu menyusui boleh divaksinasi.

Selain itu, dia mendapatkan pertanyaan, apakah Covid-19 bisa ditularkan ibu ke bayi yang belum lahir atau yang baru lahir?

"Sampai sekarang, virus ini belum ditemukan di sampel cairan amniotik atau ASI. Tapi, penelitian pada 101 bayi di New York mendapati, ada dua bayi terinfeksi Covid-19 dari ibu yang positif," jawab Zubairi.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepri vaksinasi Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top