Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejumlah Wilayah AS Longgarkan Prokes, Ahli Beri Peringatan Keras

Texas dan Mississippi mencabut kewajiban menggunakan masker pada pekan lalu. Hal ini membuat tenaga kesehatan khawatir.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Maret 2021  |  14:59 WIB
Tenaga kesehatan bekerja di dalam unit penanganan penyakit virus Corona (CovidD-19) di United Memorial Medical Center saat Amerika Serikat hampir mencapai angka 300.000 kematian, di Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (12/12/2020). Foto diambil tanggal 12 Desember 2020./Antara - Reuters/Callaghan O\'Hare\r\n\r\n
Tenaga kesehatan bekerja di dalam unit penanganan penyakit virus Corona (CovidD-19) di United Memorial Medical Center saat Amerika Serikat hampir mencapai angka 300.000 kematian, di Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (12/12/2020). Foto diambil tanggal 12 Desember 2020./Antara - Reuters/Callaghan O\\\'Hare\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah negara bagian Amerika Serikat melonggarkan kebijakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, bahkan membolehkan warga tidak memakai masker. Penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony S. Fauci mengungkapkan hal ini mengkhawatirkan.

Dilansir dari New York Times, Senin (15/3/2021), Fauci memperingatkan agar warga AS tidak buru-buru senang dengan adanya penurunan kasus di AS dan meningkatnya jumlah vaksinasi.

“Meskipun penurunannya tajam, kita tentu perlu menghindari dorongan untuk mengatakan, oh, semuanya berjalan dengan baik,'” kata Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di dalam program NBC bertajuk Meet the Press.

Ketika kasus baru virus Corona hanya sekitar 60.000 per hari, lanjutnya selalu ada risiko lonjakan lagi.

Dia mencontohkan seperti yang terjadi di Italia yang harus kembali menjalani masa lockdown akibat kenaikan kasus sebesar 15 persen pada pekan lalu yang didorong dari penyebaran varian virus baru dari Inggris dan lambatnya vaksinasi.

"Mereka mengalami penurunan kasus, lalu [angka kasus] stabil, dan mereka menarik kembali protokol kesehatan masyarakat," katanya.

“Restoran dan beberapa bar dibuka kembali, serta anak muda berhenti memakai masker, dan kemudian, tiba-tiba, Anda mengalami lonjakan yang langsung naik kembali. Dan di situlah kita sekarang," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Texas dan Mississippi mencabut kewajiban menggunakan masker pada pekan lalu. Hal ini membuat tenaga kesehatan khawatir jika membuka perekonomian terlalu cepat akan berujung kepada bencana.

Natasha Kathuria, seorang dokter unit gawat darurat dan spesialis kesehatan global di Austin, Texas, mengatakan kembali ke kehidupan normal akan membahayakan para pekerja garda terdepan, petugas kesehatan, dan lansia.

"Kami khawatir membuka ekonomi kami hingga 100 persen tepat sebelum liburan musim semi akan menyebabkan bencana," katanya, sambil mencatat bahwa anak muda di seluruh negeri berbondong-bondong ke Selatan untuk menikmati cuaca hangat pada bulan Maret.

CNBC International melaporkan pencabutan protokol kesehatan terjadi di sejumlah negara bagian di AS, seperti Maryland, Mississippi, Connecticut, Arizona, West Virginia dan Wyoming.

Gubernur Maryland Larry Hogan mengumumkan akan membuka restoran, peritel, dan bisnis lainnya tanpa batasan kapasitas pada Jumat lalu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top