Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda Dengan Kasus Lahan DKI, KPK Terkesan Hati-Hati Ungkap Kasus Suap Pajak

Berbeda dengan kasus lahan di DKI Jakarta, KPK terkesan hati-hati dalam mengungkap perkara dugaan suap yang melibatkan eks pajak yakni Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  15:48 WIB
Beda Dengan Kasus Lahan DKI, KPK Terkesan Hati-Hati Ungkap Kasus Suap Pajak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bagikan

KPK Belum Panggil Saksi Terkait Kasus Suap Pajak

 

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku  belum mulai memanggil saksi terkait penyidikan kasus suap pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa pihaknya bakal menginformasikan bilamana sudah ada jadwal pemeriksaan terkait kasus ini.

“Belum ada (saksi yang dipanggil) nanti dikabari kalau sudah ada jadwal,” kata Ali saat dihubungi, Selasa (8/3/2021).

Sebelumnya, Dua pejabat pajak diduga kuat terlibat dalam perkara suap pajak. Kabarnya dua pejabat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Iya confirm ini," demikian informasi yang diperoleh Bisnis dari internal pemerintah, Kamis (4/3/2021).

Adapun dua pejabat yang dimaksud adalah Angin Prayitno Aji (APA) dan Dadan Ramdani (DR). Angin dan Dadan adalah pejabat di Ditjen Pajak. Sebelum tersangkut perkara rasuah, keduanya memiliki jabatan yang cukup moncer.

Angin diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwjl) Ditjen Pajak Jawa Barat II, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Pajak, serta jabatan terakhirnya adalah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian di Ditjen Pajak.

Sementara Dadan Ramdani, diketahui pernah menjabat Kepala Kantor Pelayanan Madya Jakarta Utara. Dadan bahkan menjadi bawahan langsung Angin Prayitno Aji di Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

Pada tahun 2018, misalnya, dia tercatat sebagai Kepala Sub Direktorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan. Setahun kemudian dia diangkat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai KPP Madya Jakarta Utara. Pelantikan dilakukan pada September 2019.

Usut punya usut, kasus yang menyeret keduanya sebenarnya sudah berlangsung lama. Artinya, jika Dadan menjabat sebagai Kasubdit pada tahun 2017 - 2018, kasus pemeriksaan yang dilakukan terhadap WP yang memberikan suap terjadi dalam kurun waktu tersebut.

"Itu kasus lama," demikian informasi tersebut.

Beberapa sumber di internal penegak hukum maupun pemerintah mengonfirmasi identitas dua pejabat pajak tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Pajak kementerian keuangan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top