Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Alur Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri

Pada saat kedatangan, pelaku perjalanan harus memiliki hasil negatif Covid-19 berdasarkan tes RT-PCR dari negara asal yang berlaku maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  18:12 WIB
Seorang warga negara asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/1/2021). - Antara\r\n
Seorang warga negara asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/1/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan alur protokol kesehatan bagi para pelaku perjalanan internasional yang datang ke Indonesia di masa pandemi.

Sub Koordinator Karantina Kesehatan Wilayah dan Pos Lintas Batas Darat Kemenkes Made Yosi Purbadi Wirenata menjelaskan alur yang harus dilalui oleh para pelaku perjalanan saat tiba di Indonesia, baik WNA maupun WNI.

Pada saat kedatangan, mereka harus memiliki hasil negatif Covid-19 berdasarkan tes RT-PCR dari negara asal yang berlaku maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

Setibanya di Indonesia wajib dilakukan pemeriksaan PCR selama dua kali. Pertama pada saat kedatangan,” ungkap Yosi dalam diskusi daring ‘Mekanisme Kedatangan Pelaku Perjalanan Internasional” yang diselenggarakan BNPB, Rabu (24/2/2021).

Pelaksanaan tes PCR pertama tersebut dilakukan di lokasi karantina masing-masing para pelaku perjalanan. WNI dalam kategori Pekerja Migran Indonesia (PMI) pelajar, mahasiswa, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) akan ditempatkan di Wisma Atlet karantina Pademangan.

“Di luar kriteria itu ditempatkan di hotel dan berbayar mandiri,” ujar Yosi.

Kemenkes dan Satgas Covid-19 telah memberikan rekomendasi 20 hotel karantina untuk karantina WNA ataupun WNI yang tidak termasuk kriteria di atas.

Ia menegaskan tidak ada pengecualian dalam penerapan protokol ini. Aturan ini pun telah tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No.8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Adapun waktu karantina ditetapkan selama 5 x 24 jam setelah kedatangan.

“Setelah swab pertama dilakukan, mereka akan dikarantina lima hari. Nah, hari kelimanya, mereka akan dilakukan swab kedua. Kalau hasilnya negatif, esoknya mereka baru boleh melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Yosi juga menjelaskan apabila didapati para pelaku perjalanan yang mendapatkan hasil positif ketika tes swab pertama, mereka akan langsung dirukuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran atau Wisma Atlet Pademangan tower 8.

“Kalau hasilnya positif pada swat hari pertama, untuk WNI kebanyakan kita akan rujuk ke Wisma Atlet Pademangan tower 8. Kalau WNA tanpa gejala kami rujuk ke hotel yang disediakan sekitar 10 hotel, tapi kalau gejala sedang kami rujuk ke RSD Wisma Atlet Kemayoran,” pungkasnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top