Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahanan Tertua di Amerika Serikat Bebas setelah 68 Tahun Dipenjara

Joe Ligon dipenjara selama 68 tahun. Meskipun begitu, dia merasa menghabiskan masa tua dengan kebebasan.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  20:28 WIB
Tahanan tertua di Amerika  Serikat, Joe Ligon keluar dari penjara setelah ditahan selama 68 tahun. - CNN
Tahanan tertua di Amerika Serikat, Joe Ligon keluar dari penjara setelah ditahan selama 68 tahun. - CNN

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang warga berusia 83 tahun asal Amerika Serikat, Joe Ligon, menjadi tahanan tertua yang bebas setelah menghabiskan waktu hampir tujuh dekade di sebuah rutan di Pennysylvania.

Melansir dari CNN, Ligon sendiri dipenjara atas kasus perampokan dan pembunuhan tingkat pertama di Philadephia pada tahun 1953, di mana insiden ini menyebabkan enam orang terluka dan dua orang meninggal dunia.

Pengacara yang telah bekerja dengannya selama 15 tahun, Bradley Bridge, menyatakan kini kliennya yang telah bebas sudah bertumbuh, berubah, dan bukan lagi menjadi ancaman masyarakat. Tidak hanya itu, Bridge merasa bahwa ia telah menghabiskan masa tuanya dengan kebebasan.

“Saya sudah dewasa dan bukan lagi anak kecil. Tidak hanya dewasa, saya juga orang tua yang semakin menua setiap harinya,” ujar Ligon ketika bebas pada beberapa waktu lalu.

Perjalanan bagaimana akhirnya ia bisa menghirup udara segar membutuhkan waktu yang sama lama. Sebelumnya pada tahun 1970an, ia dan beberapa rekannya sempat mendapatkan grasi dari gubernur Pennysylvania tetapi ia menolaknya sedangkan dua orang lainnya menerima tawaran tersebut.

Tawaran berikutnya datang pada tahun 2016 setelah pengadilan memutuskan bahwa hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat bagi tahanan di bawah umur dianggap melanggar hukum dan perlu diterapkan. Aturan ini sebenarnya membuat Ligon bisa bebas mengingat ia sudah melewati 35 tahun masa tahanan dan telah berada di penjara selama 60 tahun.

Kemudian di tahun berikutnya, dia mendapatkan kesempatan pembebasan bersyarat setelah muncul keputusan Mahkamah Agung AS yang membuatnya memenuhi syarat tersebut. Akan tetapi, semuanya ia tolak dengan alasan bahwa grasi dan pembebasan bersyarat tak menjamin kebebasan yang ia inginkan selama puluhan tahun dipenjara.

“Dewan pembebasan bersyarat tingkat negara bagian mungkin akan membebaskannya dengan syarat bahwa ia akan diawasi seumur hidupnya. Dia memilih untuk tidak mengambilnya di bawah persyaratan tersebut,” jelas Bridge.

Perjuangan agar Ligon bisa bebas berhasil tercapai pada November 2020 setelah ia mengajukan gugatan kepada pengadilan tingkat federal terkait hukuman seumur hidup untuk kejahatan yang dilakukan kliennya saat masih remaja dianggap tidak sesuai konstitusi.

Kini dengan bebasnya Ligon, proses untuk kembali ke masyarakat akan dimulai meski harus melalui serangkaian penyesuaian yang tidak mudah. Koordinator bagian proses masuk kembali (reentry) untuk organisasi Youth Sentencing & Reentry Project (YSRP) John Pace mengungkapkan ia sendiri mengalami suatu bentuk kesakitan karena terekspos lingkungan yang baru setelah keluar di penjara.

Karena itu, Bridge, Pace, dan beberapa orang lainnya bekerja sama dengan Ligon untuk meredakan keterkejutannya ketika kembali ke dunia yang baru melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mencari tempat tinggal di keluarga yang akan merawatnya selama proses kembali ke masyarakat berlangsung.

Melalui kisahnya, Ligon bercerita bahwa dia ingin berbagi pengalamannya kepada orang lain agar mereka mampu belajar darinya. “Saya berharap untuk mampu menyenangkan orang lain dan membantu mereka seperti apa yang mereka lakukan terhadap saya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjara tahanan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top