Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Vaksin Merah Putih Menemui Jalan Buntu?

Bio Farma telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mengantisipasi kegagalan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  16:28 WIB
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut.  - LIPI
Setelah masuk Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mendukung kemandirian vaksin dalam negeri, LIPI harus bekerja keras untuk mewujudkan vaksin tersebut. - LIPI

Bisnis.com, JAKARTA — Percepatan pengembangan Vaksin Merah Putih buntu. Lini masa yang disusun oleh pengembang tidak dapat dipercepat lantaran tingkat kerumitan dan risiko gagal dalam proses pengembangan yang ternyata cukup tinggi.

Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan target rampungnya pengembangan Vaksin Merah Putih juga sudah dilengkapi dengan asumsi tidak terjadi kegagalan dalam proses pengembangannya di Bio Farma.

Untuk vaksin baru, sambungnya, harus ada proses optimasi dan upscaling terlebih dahulu dari skala laboratorium sampai dengan skala produksi. Kemudian, proses yang cukup lama akan terjadi pada fase uji praklinis terhadap hewan, uji klinis fase 1—3 terhadap manusia.

"Jika salah satu fase tidak memenuhi syarat, pengembangan vaksin kembali ke awal," kata Bambang kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Bio Farma telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mengantisipasi kegagalan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih. Bambang mengatakan perusahaan akan menggunakan vaksin alternatif yang dikembangkan oleh institusi lain dengan platform yang sama.

"Vaksin Merah Putih kan dikembangkan oleh beberapa institusi, ada lembaga penelitian seperti Eijkman dan LIPI dan beberapa perguruan tinggi. Mungkin, dari beberapa institusi tersebut bisa menghasilkan beberapa kandidat vaksin dengan platform yang sama," jelasnya.

Bambang menambahkan, penetapan jadwal terhadap Vaksin Merah Putih ditetapkan setelah melalui skema percepatan di mana fase uji klinis 2 dapat dilakukan secara paralel dengan fase 1 interim.

Selanjutnya, uji klinis fase 3 pun juga dapat dilakukan secara paralel dengan penerbitan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Bio Farma belum dapat menerka jumlah dosis Vaksin Merah Putih yang akan diproduksi. Perkiraan tersebut, mesti harus menunggu ketersediaan kandidat vaksin yang akan dikembangkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 vaksin Merah Putih
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top