Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Ujaran Rasial: Penahanan Ambroncius Diperpanjang 40 Hari

Tim penyidik belum merampungkan berkas perkara tersangka Ambroncius Nababan sejak ditahan pertama kali pada 27 Januari 2020.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  15:45 WIB
Ambroncius Nababan - Istimewa
Ambroncius Nababan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan tersangka ujaran rasial Ambroncius Nababan selama 40 hari ke depan sejak hari ini 16 Februari 2021 sampai 24 Maret 2021.

Direktur Tindak Pidana Siber pada Bareskrim Polri Brigjen Pol. Slamet Uliandi mengemukakan alasan tim penyidik Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan politisi Partai Hanura itu.

Disebutkan Slamet tim penyidik belum merampungkan berkas perkara tersangka Ambroncius Nababan sejak ditahan pertama kali pada 27 Januari 2020.

"Penahanan diperpanjang karena belum dilakukan pelimpahan," tuturnya, Selasa (16/2/2021).

Seperti diketahui, Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap politisi dari Partai Hanura Ambroncius Nababan mulai 27 Januari 2021.

Penahanan dilakukan usai Ambroncius diperiksa sebagai tersangka tindak pidana ujaran mengandung rasisme terhadap mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai. Ambroncius ditahan setelah penyidik menjemput ke rumahnya.

Penyidik menyangkakan pasal 45a ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU Tahun 2016 perubahan UU ITE dan pasal 16 jo pasal 4 huruf b ayat 2 UU 2008 tentang pengapusan diskriminasi ras dan etnis, serta pasal 156 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rasisme uu ite Natalius Pigai
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top