Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutasi Corona: Epidemiolog Duga Varian dari LN Juga Masuk Indonesia

Selain mutasi virus Corona yang terjadi di dalam negeri, strain baru Covid-19 dari luar negeri diperkirakan sudah masuk ke Indonesia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  15:19 WIB
Sel virus corona
Sel virus corona

Bisnis.com, JAKARTA — Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menganggap wajar pernyataan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro yang menyebutkan telah terjadi mutasi virus Corona penyebab Covid-19 di Pulau Jawa.

“Sangat wajar bila Indonesia memiliki strain baru Covid-19 karena sudah hampir setahun penanganan pandemi kita tidak terkendali, ditambah mobilisasi massa selama libur panjang,” kata Dicky melalui pesan suara, Senin (15/2/2021).

Di sisi lain, dia memperkirakan, strain baru Covid-19 dari luar negeri juga sudah masuk ke Tanah Air. Hanya saja, menurut dia, kapasitas Whole Genome Sequencing (WGS) atau pengurutan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 milik pemerintah relatif masih rendah.

“Permasalahannya kan keterbatasan WGS kita, di antara sekian mutasi mungkin ribuan itu akan ada yang memperburuk pandemi seperti halnya di Inggris, Brasil atau Amerika malah ada 7 strain baru,” tuturnya.

Ihwal strain baru, dia mengatakan, mutasi asli Indonesia berpotensi sudah ada di sejumlah komunitas atau populasi masyarakat yang relatif kecil.

“Menurut saya ini yang harus diidentifikasi betul, kalau yang Afrika Selatan atau Inggris itu kalau pun ada di populasi kecil,”tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mensinyalir telah terjadi mutasi Covid-19 di Indonesia.

Dugaan itu berasal dari 416 Whole Genome Sequence (WGS) virus SARS-CoV-2 yang berasal dari Indonesia yang telah dikirimkan ke GISAID untuk diteliti data genetik virus tersebut.

Dari jumlah WGS yang telah dikirimkan, 392 WGS telah diidentifikasi genetiknya per 14 Februari 2021.

Bambang menerangkan, clade atau tipe genetik Covid-19 terbanyak yang ditemukan di Indonesia adalah GH sebanyak 231 atau sekitar 59 persen dari keseluruhan WGS yang telah diidentifikasi.

Selanjutnya, tipe genetik Covid-19 terbesar kedua adalah GR yang mencapai 74 atau sebesar 19 persen dari WGS yang rampung diidentifikasi.

“Dua clade yang mendominasi WGS di Indonesia itu berarti sudah ada, dalam tanda kutip, mutasi terkait strain virus baru Covid-19 di Indonesia,” kata Bambang dalam diskusi daring Genomic Surveilance, Mutation and Vaccine, Senin (15/2/2021).

Berdasarkan distribusinya, Bambang menerangkan, mutasi Covid-19 itu disinyalir bertransmisi di sekitar provinsi dengan kasus infeksi Covid-19 terbesar. Dia mencontohkan, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Tetapi kita juga perlu diversifikasi untuk memastikan kita dapat mengetahui dengan baik apa yang terjadi dengan mutasi Covid-19 tersebut,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bambang brodjonegoro Virus Corona Covid-19 epidemiolog
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top