Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astaga, Tenaga Medis di Jepang Alami Diskriminasi Akibat Virus Corona

Asosiasi Medis Jepang melaporkan ada sekitar 700 kasus diskriminasi terhadap pekerja medis yang bekerja melawan virus corona.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  06:28 WIB
Astaga, Tenaga Medis di Jepang Alami Diskriminasi Akibat Virus Corona
Tenaga medis di Jepang mengalami diskriminasi dari tetangga, karena dikhawatirkan menjadi penular virus corona (Covid-19). - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tenaga medis yang menangani pasien virus corona (Covid-19) di Jepang menjadi korban diskriminasi lingkungan sekitarnya yang khawatir mereka akan menjadi sumber penularan virus.

Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK), sebuah survei dari Asosiasi Medis Jepang melaporkan terdapat hampir 700 kasus pelecehan atau diskriminasi terhadap pekerja medis yang pekerja bekerja keras melawan virus corona beserta keluarga mereka.

Asosiasi Medis Jepang merangkum informasi yang dikumpulkan oleh cabang-cabang provinsinya selama periode tiga bulan sejak Oktober hingga Desember.

Di antara 698 kasus, beberapa melaporkan mereka ditolak melakukan reservasi di salon dan layanan lainnya dengan alasan mereka bekerja di fasilitas kesehatan. Beberapa mengatakan menerima telepon yang mengganggu dari tetangga saat rekan kerjanya teruji positif virus corona.

Sebuah lembaga kesehatan mengatakan kebohongan soal pekerjanya diunggah ke media sosial, sebagian diancam untuk memberi tahu alamat rekan kerja atau tidak mengizinkan pekerjanya pergi ke luar.

Asosiasi tersebut juga mengatakan kasus serupa dilaporkan di penjuru Jepang dan kasus-kasus itu melibatkan diskriminasi tak berdasar yang dapat mengganggu kesehatan mental para pekerja. Kasus-kasus yang terjadi termasuk pelarangan pulang ke rumah oleh anggota keluarga, diasingkan dari staf yang bekerja di bangsal lain, dan menjadi sasaran pelecehan ketika melakukan panggilan darurat.

Asosiasi itu juga mengatakan akan menyediakan sebanyak mungkin informasi guna meningkatkan pemahaman yang benar soal virus corona.

Adapun, sebelumnya survei yang dilakukan oleh Federasi Serikat Pekerja Medis Jepang menyatakan bahwa, 9,9 persen dari 152 kantor di seluruh negeri mengamini bahwa tak sedikit tenaga medis yang telah mengalami diskriminasi atau pelecehan karena pandemi virus corona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top