Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Tunisia Dapat Kiriman Surat Mencurigakan, Diduga Berisi Racun

Kantor kepresidenan Tunisia menytakan bahwa surat yang mencurigakan itu diterima di kantor Saied dan penyelidikan terhadap surat tersebut sedang dilakukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  06:38 WIB
Presiden Tunisia Kais Saied / Bloomberg
Presiden Tunisia Kais Saied / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Tunisia Kais Saied diduga dikirimi surat yang kertasnya mungkin berisi racun. Kecurigaan itu muncul setelah staf kantor kepresidenan Tunisia menderita sakit kepala dan kehilangan penglihatan jangka pendek setelah membuka sebuah amplop surat pada Senin (25/1/2021).

Pihak kantor kepresidenan mengatakan manajer kantor presiden Tunisia itu segera dibawa ke sebuah rumah sakit militer.

Seorang pegawai lain kantor kepresidenan juga menderita sakit kepala setelah amplop surat mencurigakan itu dibuka, kata pihak kantor kepresidenan Tunisia dalam sebuah pernyataan, Kamis (28/1/2021).

Sejumlah laporan muncul di media sosial pada Rabu (27/1/2021) yang menyebutkan bahwa Presiden Kais Saied telah dikirimi surat yang kertasnya mungkin berisi racun.

Menurut pernyataan kantor kepresidenan Tunisia itu, Saied dalam keadaan sehat dan pihak kepresidenan tidak memberikan komentar apa pun sebelumnya untuk mencegah kekhawatiran publik.

Seorang narasumber di kantor kepresidenan pada Rabu mengatakan kepada Reuters bahwa surat yang mencurigakan itu diterima di kantor Saied dan penyelidikan terhadap surat tersebut sedang dilakukan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tunisia

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top