Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Muhadjir: Kita Harus Bersyukur

Dia menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara dengan populasi tertinggi ketiga menjadi pemuncak dalam jumlah kasus Covid-19. India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua berada di posisi kedua kasus Corona.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  22:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy /Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy /Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordirnator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengomentari tingginya kasus konfirmasi di Indonesia. Pun begitu, dia mengaku masih bersyukur.

Dia mengatakan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 masih tinggi dan cenderung eksponensial. Hingga kini kasus Corona di Tanah Air menyentuh 917.015 orang.

Meski demikian, Muhadjir menyebutkan bahwa angka kasus Indonesia masih rendah apabila dibandingkan dengan negara dengan pupulasi tinggi lainnya.

Dia menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara dengan populasi tertinggi ketiga menjadi pemuncak dalam jumlah kasus Covid-19. India sebagai negara dengan populasi terbesar kedua berada di posisi kedua kasus Corona.

“Kemudian brasil yang itu rangking [pupulasi] di bawah 6, di bawah kita itu masuk di rangking 3 kasus [Covid-19]. Kita harus bersyukur bahwa kita [Populasi keempat terbesar] masih di bawah rangking 20. Tetapi tentu saja pengertian syukur tidak berarti kita terlena,” katanya di Jakarta saat konferensi virtual, Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha menekan angka kasus. Selain itu, pihaknya juga ingin mengejar target angka kesembuhan setinggi mungkin.

Selain itu, Muhadjir juga menyoroti angka kematian di atas rata-rata. Kata dia, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar jajarannya segera menekan seminim mungkin angka kematian akibat Covid-19.

Salah satu usaha yang akan ditempuh yaitu dengan menggencarkan gerakan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Donor plasma diyakini dapat menekan angka kematian pasien Corona.

Hasil uji klinis Palang Merah Indonesia dan lembaga Eijkman menunjukkan bahwa plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 manjur untuk para pasien Covid.

“Plasma konvalesen salah satu ikhtiar dan ini sudah teruji kemanjurannya, sehingga ingin kita gencarkan. Soal targetnya berapa nanti akan kita lihat karena ini perlu pembenahan.”

“saya juga meminta Menkes mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan mempercepat gerakan ini nanti koordinasi dengan PMI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menargetkan 5.000 penyintas Covid-19 mendonor plasma konvalesen guna menekan angka kematian akibat pandemi.

Dia mengatakan PMI mendapat permintaan sekitar 200 kantor plasma konvalesen per hari. Akan tetapi organisasi itu hanya mampu menyalurkan sekitar 50 kantong

“Saat ini kita baru bisa suplay 1.000 per bulan. kita masih membutuhkan 5 kali lipat dari itu. Jadi kita butuh setidak-tidaknya 5.000 pendonor per bulan di seluruh indonesia,” katanya sata konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

JK menjelaskan bahwa kesempatan mendapatkan 5.000 kantong plasma konvalesen bukan sesuatu yang muskil. Pasalnya jumlah pasien sembuh dari Covid-19 menyentuh 745.935 orang.

Apabila dijabarkan lebih jauh, PMI hanya mengharapkan sekitar 60.000 pendonor plasma konvalesen dalam satu tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top