Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pelantikan, Biden Bentuk Kabinet Sementara

Senat telah menetapkan 19 Januari 2021, sehari sebelum Biden dilantik, untuk dengar pendapat calon menteri keamanan dalam negeri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri keuangan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  16:24 WIB
Presiden terpilih AS Joe Biden (kiri) bersama istri Jill Biden manyapa di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\r\n
Presiden terpilih AS Joe Biden (kiri) bersama istri Jill Biden manyapa di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Joe Biden akan memulai masa kepresidenannya minggu depan dengan kabinet yang sebagian besar terdiri atas pelaksana tugas karena penundaan di Senat menyebabkan mundurnya persetujuan untuk posisi kunci, termasuk Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan.

Para senator telah menetapkan 19 Januari 2021, sehari sebelum Biden dilantik, untuk dengar pendapat calon menteri keamanan dalam negeri, menteri pertahanan, menteri dalam negeri dan menteri keuangan. Empat jabatan penting yang sering kali disetujui hanya beberapa jam setelah seorang presiden dilantik.

Namun, posisi-posisi itu mungkin belum akan disetujui dan dapat mulai bekerja selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu kemudian.

Dilansir Bloomberg, Rabu (13/1/2021), Biden mulai mengumumkan calon kabinetnya tidak lama setelah pemilihan November, dan memperkenalkan setiap orang dengan janji bahwa mereka akan siap untuk bekerja sejak hari pertama.

Biden dapat menunjuk pelaksana tugas kepala lembaga sambil menunggu calon pembantunya disetujui. Menurut seorang pejabat transisi, dalam banyak kasus, presiden akan memilih pejabat karier senior untuk sementara memimpin kementerian dan lembaga.

Dalam beberapa kasus, tim Biden telah mengidentifikasi pejabat politik Trump untuk mengambil peran sementara. Anggota komisi Demokrat yang disetujui oleh Senat dapat memimpin lembaga-lembaga itu sampai calon pembantu pilihan Biden dikonfirmasi.

Sementara itu, Biden telah menyerukan agar pos menteri keamanan dalam negeri segara disetujui. Sejauh ini Senat belum mengonfirmasi pengaturan tanggal sidang untuk calon Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas, calon Menteri Keuangan Janet Yellen, calon Keala Negara Bagian Anthony Blinken dan calon Menteri Pertahanan Lloyd Austin.

Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan Andy Baukol, seorang pegawai negeri sipil yang sudah lama dan sekarang menjadi wakil asisten menteri keuangan, kemungkinan besar akan menjadi penjabat sekretaris Departemen Keuangan.

"Ini adalah harapan saya dan berharap Senat sekarang akan bergerak untuk mengkonfirmasi nominasi ini dengan segera dan adil,” kata Biden Jumat pekan lalu.

Tim Biden terus mendorong para calon tersebut, terutama Menteri Keamanan Dalam Negeri. Argumen presiden adalah bahwa persetujuan bagi Mayorkas, akan menandakan pengakuan Senat atas ancaman, baik dari luar negeri seperti serangan dunia maya oleh Rusia dan dari dalam negeri, seperti kerusuhan di Capitol pekan lalu.

Sebagai perbandingan, pada hari pertama Trump menjabat, menteri pertahanan dan keamanan dalam negeri telah disetujui. Menteri Luar Negeri pertamanya, Rex Tillerson, menyusul pada 1 Februari.

Presiden Barack Obama memiliki tujuh pilihan anggota kabinet yang telah disetujui oleh Senat pada hari pelantikannya, termasuk menteri keamanan dalam negeri. Menteri Pertahanan pertamanya, Robert Gates, tetap menjabat dari pemerintahan sebelumnya. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dikonfirmasi setelah pelantikan.

Dengan pelantikan Biden yang tinggal seminggu lagi, perpecahan 50-50 di Senat menambah kerumitan. Partai Republik tetap mengontrol komite sampai Wakil Presiden terpilih Kamala Harris dilantik dan dapat memutuskan hubungan untuk menjadikan Chuck Schumer dari Partai Demokrat sebagai pemimpin mayoritas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabinet Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top