Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Longsor, Tanami Pohon di Lahan Miring

Penanaman sayuran pada lahan dengan kemiringan akan membuat tanah tidak kuat menahan erosi. Curah hujan tinggi akan menyebabkan tanah mudah longsor.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  09:11 WIB
Tanah longsor di Sumedang - Dokumen BPBD Kabupaten Sumedang
Tanah longsor di Sumedang - Dokumen BPBD Kabupaten Sumedang

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengajak masyarakat menanam pohon di kawasan rawan longsor atau lahan yang miring.

Doni mengatakan penanaman sayuran pada lahan dengan kemiringan akan membuat tanah tidak kuat menahan erosi. Curah hujan tinggi akan menyebabkan tanah mudah longsor. Oleh karena itu, Doni menekankan pentingnya menanam pohon di kemiringan.

“Menanam pohon di kemiringan adalah kewajiban. Karena kalau bukan pohon tetapi sayuran, tanah itu tidak kuat menahan erosi. Curah hujan tinggi akan mudah longsor,” ujar Doni saat meninjau lokasi tanah longsor di Desa Cihanjuang, Sumedang, Minggu (10/1/2021).

Di samping itu, Doni menyampaikan bahwa kontur atau morfologi tanah di Jawa Barat berupa kemiringan terjal, jadi jangan menebang pohon. Fungsi pohon sangat baik dalam mencegah bencana tanah longsor.

“Apabila pohon ditebang, 2-3 tahun kemudian akar akan busuk. Akibat akar busuk dan curah hujan tinggi, air akan masuk disela-sela akar yang mengakibatkan tanah menjadi labil,” kata Doni.

Menurut Doni  akibat kondisinya labil, tanah dengan kemiringan tertentu menjadi mudah longsor

Di sekitar lokasi longsor di Jawa Barat, Doni melihat ada pohon sukun dan aren yang masih berdiri kokoh. Menurutnya, pilihan jenis tanaman ini akan membantu kekuatan struktur tanah.

Doni menyampaikan BNPB akan membantu penyediaan jenis tanaman yang memiliki akar kuat untuk tanah di kawasan longsor.

Dalam kesempatan tersebut dia kembali mengingatkan pemerintah daerah agar mencermati informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem, terutama di kemiringan tanah lebih dari 30 derajat.

“Berdasarkan data yang dimiliki BNPB, hampir setiap tahun wilayah Jawa Barat ini terdampak tanah longsor,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan analisis BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2021.

Beberapa wilayah dataran tinggi dengan kemiringan tempat yang cukup signifikan dapat memicu labilnya tanah dan berdampak longsor.

Salah satu wilayah yang menjadi pantauan dalam peringatan dini cuaca ini adalah wilayah Cimanggung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb longsor sumedang Doni Monardo
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top