Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Media China Ramai Soroti Penyerbuan Capitol oleh Massa Pro-Trump

Dalam pemberitaan sejumlah media China, peristiwa tersebut disebut mencerminkan kegagalan kepemimpinan serta perpecahan yang dalam yang terjadi di masyarakat AS.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  12:35 WIB
Donald Trump saat kampanye di dekat Gedung Putih, 6 Januari/EPA - Bloomberg/Shawn Thew
Donald Trump saat kampanye di dekat Gedung Putih, 6 Januari/EPA - Bloomberg/Shawn Thew

Bisnis.com, JAKARTA - Media massa China turut menyoroti insiden penyerbuat gedung parlemen Amerika Serikat atau Capitol oleh para demonstran pro-Donald Trump pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

Dalam pemberitaan sejumlah media di Negeri Tirai Bambu, seperti dilansir Antara, Jumat (8/1/2021), peristiwa tersebut disebut mencerminkan kegagalan kepemimpinan serta perpecahan yang dalam yang terjadi di masyarakat AS.

Surat kabar yang dikelola pemerintah China menggunakan peristiwa itu untuk meningkatkan perang kata-kata melawan Amerika Serikat, saat hubungan bilateral sudah surut di tengah ketegangan perdagangan, hak asasi manusia, dan pandemi Covid-19.

The Global Times, sebuah tabloid milik People's Daily, surat kabar Partai Komunis yang berkuasa, menggambarkan kerusuhan itu sebagai tanda 'keruntuhan internal' dalam sistem politik AS yang tidak dapat dengan mudah dibalik.

"Massa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Capitol, simbol dari sistem AS, adalah hasil dari perpecahan yang parah dari masyarakat AS dan kegagalan negara untuk mengontrol pembagian tersebut. Seiring berjalannya waktu dan dengan penyalahgunaan sumber daya oleh politisi, sistem politik AS telah menurun," tulis surat kabar itu.

Mereka juga mengecam apa yang digambarkannya sebagai 'standar ganda' di antara para politisi AS, dengan membidik deskripsi Pelosi tentang protes Hong Kong pada 2019 sebagai 'pemandangan yang indah untuk dilihat'.

"Di Hong Kong, aksi kekerasan digambarkan sebagai 'pemandangan indah', di AS, orang yang terlibat dalam kekacauan ini disebut 'massa'," kata Global Times.

Komentar Pelosi telah diejek secara luas di layanan Weibo seperti Twitter di China. Liga Pemuda Partai Komunis juga menggunakan kata-kata 'pemandangan indah' untuk menggambarkan kerusuhan di Washington.

Netizen lain menggambarkan kerusuhan itu sebagai 'karma', dan satu candaan mengatakan bahwa ini adalah percobaan kudeta pertama di Amerika yang terjadi "tanpa keterlibatan kedutaan besar AS", menurut Global Times.

CCTV, penyiar negara bagian, menggunakan krisis itu untuk mengecam sistem politik AS, mengatakan 'demokrasi Amerika telah dihancurkan'. "Amerika Serikat, yang selalu mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia, sekarang menjadi negara kerusuhan, konflik, dan jam malam," katanya.

Surat kabar resmi China Daily mengatakan 'nasionalisme sempit' dari Presiden Trump telah merugikan AS. "Kekerasan dan kekacauan yang meletus di AS selama setahun terakhir menunjukkan apa yang terjadi ketika para pemimpin suatu negara kehilangan kontak dengan kenyataan," tambahnya.

Seperti diketahui, ratusan pendukung Presiden Trump mengepung Capitol pada hari Rabu, waktu setempat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan penyerbuan itu sebagai 'pemberontakan bersenjata melawan Amerika'.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat Donald Trump

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top