Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merapi Puluhan Kali Muntahkan Lava Pijar, Status Masih Siaga

Dua hari terakhir Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah puluhan kali memuntahkan awan panas dan guguran lava pijar.
Jibi
Jibi - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  10:21 WIB
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari rnTunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mencatat kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Dalam catatan BPPTKG, dua hari terakhir Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta  telah puluhan kali memuntahkan awan panas dan guguran lava pijar. Meski demikian, status merapi masih berada di status siaga (level III).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati pada periode 7 Januari 2021 sebanyak 4 kali. Awan panas tercatat dalam seismik dengan amplitudo 10-28 milimeter dan durasi 93-155 detik.

"Periode kemarin (7/1/2021) teramati 4 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 300-400 meter mengarah ke barat daya," kata Hanik dikutup dari Solopos.com, Jumat (8/1/2021).

Status siaga artinya aktivitas gunung berapi terus mengalami peningkatan yang semakin nyata dan terjadi erupsi. Ancaman bahaya erupsi dapat meluas tetapi tidak mengancam permukiman penduduk. Jika mengancam permukiman penduduk, statusnya akan naik menjadi awas.

BPPTKG juga mencatat kejadian guguran lava pijar. Jarak luncur lava pijar, kata Hanik, maksimum 800 meter. "Guguran lava pijar teramati 19 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter arah kali Krasak," jelasnya.

Berdasarkan data BPPTKG, kegempaan Gunung Merapi pada periode 7 Januari tercatat gempa guguran sebanyak 117 kali, embusan 99 kali. Kemudian gempa fase banyak 251 kali, vulkanik dangkal sebanyak 45 kali, dan tektonik jauh sebanyak 3 kali.

Lebih lanjut, Hanik menguraikan data kejadian guguran lava pijar pada periode 8 Januari 2021 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Lava pijar, kata Hanik, masih masuk ke aliran Kali Krasak.

"Guguran lava pijar pada periode 8 Januari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB sebanyak 4 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke Kali Krasak. Suara guguran 2 kali dengan intensitas sedang," paparnya.

Bersamaan dengan kejadian guguran pada periode tengah malam hingga pagi ini, dalam data seismik tercatat gempa guguran sebanyak 29 kali dengan amplitudo 3 hingga 24 milimeter durasi 21,2-113 detik. "Gempa guguran sebanyak 29 kali, sementara embusan 11 kali, fase banyak 49 kali, vulkanik dangkal 14 kali, dan tektonik jauh 1 kali," ungkapnya.

"Untuk masyarakat kewaspadaan ditingkatkan, sampai saat ini potensi bahaya belum sampai lebih dari 5 Kilometer," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi bpptkg erupsi merapi

Sumber : Solopos.com

Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top