Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris Rekrut Tentara untuk Bantu Tes Covid Jelang Pembukaan Sekolah

Kebijakan ini harus diambil karena tekanan kepada Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda kembalinya siswa setelah liburan di tengah lonjakan kasus semakin meningkat.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  19:14 WIB
Arsip Foto-Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) saat mendapat suntikan anti flu di kantornya di Downing Street, London, Inggris, Senin (14/10/2019)./Antara//Pool via Reuters - Jeremy Selwyn
Arsip Foto-Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) saat mendapat suntikan anti flu di kantornya di Downing Street, London, Inggris, Senin (14/10/2019)./Antara//Pool via Reuters - Jeremy Selwyn

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris akan merekrut angkatan bersenjata untuk membantu pengujian virus Corona di sekolah.

Kebijakan ini harus diambil karena tekanan kepada Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda kembalinya siswa setelah liburan di tengah lonjakan kasus semakin meningkat.

Dikutip dari Bloomberg, Kementerian Pertahanan mengatakan 1.500 personel akan membantu memastikan sistem pengujian aktif dan berjalan ketika sekolah dibuka kembali minggu depan. Pemerintah sebelumnya mengatakan siswa yang menghadapi ujian publik tahun ini akan kembali pada 4 Januari, dengan siswa lain kembali di akhir bulan.

Tetapi semakin banyak serikat pekerja, politisi, dan ilmuwan meminta lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pengujian guna mencegah penularan virus di sekolah. Jumlah kasus baru di Inggris melonjak ke rekor harian lebih dari 41.000 pada hari Senin dan rawat inap melebihi puncak yang tercatat pada gelombang pertama di musim semi lalu, karena jenis virus Corona ini lebih ganas.

Johnson telah menjadikan sekolah tetap terbuka sebagai prioritas utama saat dia mencari cara untuk memulai ekonomi Inggris setelah berbulan-bulan pembatasan membuatnya menghadapi penurunan terburuk selama 300 tahun.

Para menteri mengancam akan mengambil tindakan hukum untuk menghentikan sekolah yang menawarkan pembelajaran di rumah sebelum Natal, tetapi pernyataan pemerintah pada Senin malam membuka kemungkinan posisi itu dibalik di tahun baru.

“Kami ingin semua siswa kembali pada Januari karena sekolah adalah tempat terbaik untuk perkembangan dan kesehatan mental mereka,” katanya. "Tapi seperti yang dikatakan perdana menteri, adalah benar bahwa kami mengikuti jalur pandemi dan terus meninjau pendekatan kami."

"Sekolah harus tetap ditutup selama 'satu atau dua minggu' untuk memastikan pengujian efektif," kata Steve Chalke, Pendiri Sekolah Akademi Oasis, kepada radio BBC, Selasa (29/12/2020).

Intervensinya mengikuti seruan serupa untuk penundaan dari National Education Union pada hari Senin lalu (28/12/2020).

“Kami akan meminta pemerintah untuk berhenti sejenak, untuk menghasilkan strategi yang jelas untuk kelangsungan pendidikan,” kata Chalke. “Menurut kami, jika Anda benar-benar peduli dengan anak-anak, Anda akan melakukannya dengan baik - berinvestasi sekarang, memberikan waktu sekarang adalah hal yang masuk akal.”

Roger Gale, anggota Parlemen di Partai Konservatif Johnson, mengatakan sekolah harus tetap ditutup sampai vaksin tersedia untuk para guru.

“Pendidikan itu penting, tapi begitu juga kehidupan dan kesejahteraan guru,” tegas Gale, anggota parlemen untuk North Thanet, di akun Twitter miliknya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris tentara Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top